Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 20:56 WIB

Ingin Larang Napi Nyaleg, Tjahjo Ingatkan KPU

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 26 April 2018 | 23:03 WIB

Berita Terkait

Ingin Larang Napi Nyaleg, Tjahjo Ingatkan KPU
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah akan mendiskusikan lagi soal rencana KPU membuat Peraturan KPU (PKPU) untuk mengatur larangan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif.

"PKPU larangan nyaleg bagi napi korupsi kami akan mendiskusikan dengan DPR," kata Tjahjo di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/4/2018).

Tjahjo mengakui KPU memiliki kewenangan dalam mengatur mekanisme penyelenggaraan Pemilu. Namun, KPU harus melandasi semua peraturan yang dibuatnya berdasarkan undang-undang.

"Itu hak KPU untuk membuat PKPU mandiri, tapi dalam menyusun PKPU kan rujukannya pada UU. Itu aja sudah," ujarnya.

Ia mengatakan sikap pemerintah sangat jelas yakni mendukung apapun aturan yang dibuat selama untuk meningkatkan kualitas hasil pemilu demokrasi, namun aturan tersebut tak boleh melanggar Undang-undang.

"Kan khusus bagi koruptor sekarang di dalam hukum pidana enggak ada bedanya koruptot, pembunuhan dan KDRT kan sama. Makanya kami akan rembuk dulu dengan DPR," jelas dia.

KPU menyiapkan dua opsi untuk mengatur larangan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif. Keduanya memiliki substansi yang sama, hanya perbedaan redaksional pada PKPU yang kini tengah dibahas.

Opsi pertama sesuai rancangan PKPU tentang Pencalonan. Di dalam pasal 8 ayat 1 Huruf j rancangan PKPU menyebutkan bakal calon anggota legislatif (caleg) bukan mantan narapidana korupsi.

Sementara itu, opsi kedua memberikan syarat kepada partai politik merekrut caleg yang bersih.[jat]

Komentar

Embed Widget
x