Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 28 Mei 2018 | 16:52 WIB
 

Pemerintah Sudah Sewa Penginapan Jamaah Haji

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 26 April 2018 | 19:32 WIB
Pemerintah Sudah Sewa Penginapan Jamaah Haji
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bogor - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pemerintah telah menyewa ratusan hotel untuk penginapan jamaah haji dari Indonesia di Makkah dan Madinah.

"Alhamdulillah sejauh ini persiapan sebagaimana yang sudah direncanakan, seluruh hotel yang ada di Makkah sudah seluruhnya kita sewa. Jadi 100 persen tidak kurang dari 165 hotel berhasil disewa untuk menampung 204 ribu jamaah haji kita," kata Lukman di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (26/4/2018).

Sementara untuk Madinah, kata Lukman, Pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan sewa seperti full musim dimana selama musim haji itu disewa sepenuhnya. Namun, hanya saja dengan pendekatan blocking time.

"Tapi, beberapa kita hanya sewa dengan pendekatan blocking time. Jadi ketika jamaah berada di Madinah sajalah hotel-hotel itu kita sewa. Nah, yang full musim itu sudah kita sewa seluruhnya. Tinggal sekarang menyelesaikan yang blocking time," ujarnya.

Menurut dia, secara keseluruhan kelas hotel-hotel yang digunakan adalah bintang tiga sehingga kapasitasnya tidak boleh ditempati lebih dari lima orang dalam satu kamar. Namun, hal itu sudah sesuai dengan harapan.

"Kemudian, katering, transportasi selama di tanah suci pun sudah kita lakukan kontrak-kontrak. Jadi, prinsipnya berbagai persiapan selama di tanah suci itu Alhamdulillah sudah mendekati final," jelas dia.

Ia mengatakan untuk masalah katering , pemerintah memastikan tidak ada masalah, bahkan pemerintah bersyukur karena tahun ini ada penambahan untuk makan jamaah haji Indonesia.

"Khusus di Makkah, tahun lalu hanya 25 kali jamaah memperoleh makan, tahun ini bertambah menjadi 40 kali. Jadi ini adalah tingkatan kualitas layanan kepada jamaah haji," katanya.

Lukman mengakui jika makanan menjadi permasalahan yang serius dari tahun ke tahun, karena pada umumnya masyarakat Indonesia sangat peka dengan cita rasa makannya yang dikonsumsinya.

"Nah, oleh karenanya kami Kemenag harus sampai pada titik yang semoderat mungkin. Kepedasannya, keasinannya, keasamannya, manisnya, itu semua harus pada titik moderat," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga akan menjada gizi yang akan dikonsumsi oleh para jamaah. Untuk itu Kemenag sudah berkonsultasi dengan ahli gizi untuk makanan yang akan dikonsumsi nanti.

"Karena tidak semuanya memiliki kemampuan pencernaannya yang bisa mengkonsumsi rasa yang terlalu ekstrim. Jadi, soal makan seluruh katering kita harus ada pada titik yang moderat dalam hal rasa dan agar melindungi pencernaan supaya kesehatannya tidak terganggu," tandasnya.[jat]

Komentar

 
x