Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:57 WIB
 

Polri Sebut Miras Oplosan Seperti Teori Balon

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 26 April 2018 | 16:11 WIB
Polri Sebut Miras Oplosan Seperti Teori Balon
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Korban jiwa akibat minuman keras (miras) oplosan kini menjalar ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Total seluruh korban akibat minuman ilegal itu mencapi 112 orang.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan peredaran miras oplosan ke wilayah Jatim dan Jateng ini memang sudah diprediksi. Pergesaran peredaran miras oplosan ini karena polisi sudah gencar melakukan pemberantas di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

"Ini seperti teori balon. Kita tekan di Jakarta dan Jawa Barat eh gesernya ke Jawa Tengah Jawa Timur," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Setyo menjelaskan aparat di kesatuan wilayah (Satwil) harus aktif untuk memberantas peredaran miras ini. Jika aparat tak aktif, maka peredaran miras oplosan bisa meluas ke seluruh wilayah di Indonesia. Miras oplosan ini kondisinya disebut sudah darurat seperti narkoba.

"Kita minta seluruh satwil aktif karena ini sudah seperti narkoba. Tergantung dari keaktifan anggota di lapangan. Kalau tidak aktif maka mereka beredar luas, tapi kalau anggotanya aktif pasti ketangkep. Karena kalau tidak aktif berarti membiarkan, salah lagi itu," jelas Setyo.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin menyerukan kepada jajarannya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) oplosan. Dia memberi waktu sebelum 1 ramadhan agar peredaran miras oplosan tak ada lagi.

"Seperti statment saya dan perintah-perintah saya konsisten terus saya minta sebelum bulan ramadhan itu harus terungkap semua dan selesai tidak ada opininya lagi. Karena kenapa? kita akan memasuki bulan suci umat islam, jangan sampai umat islam mau beribadah terganggu dengan urusan miras itu sangat bertentangan dengan ajaran islam," tegas Syafruddin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) lalu. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x