Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:50 WIB

Polisi Gerebek Kios Miras Oplosan Berkedok Jamu

Rabu, 25 April 2018 | 21:25 WIB

Berita Terkait

Polisi Gerebek Kios Miras Oplosan Berkedok Jamu
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Kediri - Polresta Kediri menggerebek toko pembuatan miras oplosan di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri.

Dari penggerebekan ini, petugas mengamankan satu orang pelaku Cm (72) bersama ratusan botol, puluhan jerigen berisi miras dan alat produksi.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, penggerebekan tempat produksi minuman keras tanpa izin ini bermula dari informasi masyarakat. Polisi kemudian mendatangi lokasi usaha gelap tersebut. "Yang bersangkutan kini sedang kita mintai keterangan lebih lanjut," katanya, Rabu (25/4/2018).

Untuk mengelabui polisi, pelaku menutupi produksi miras oplosan dengan kedol toko jamu jenis anggur. Miras arak jowo dibeli dari Surakarta, Jawa Tengah. Kemudian dirajin ulang di tokonya.

"Kebetulan yang bersangkutan jualan jamu juga. Jadi dioplos dengan jamu tersebut," ungkapnya.

Dalam penggrebekan, petugas menyita sebanyak 11 jerigen ukuran 30 liter arak murni, enam jerigen ukuran 30 liter miras oplosan dan empat jerigen ukuran 30 liter isi anggur murni.

Turut diamankan, 251 boto miras oplosan dalam kemasan serta miras dalam beberapa jerigen lainnya. Tidak hanya itu, dari lokasi penggerebekan, polisi juga menyita dua corong air beserta selangnya dan tiga karung botol bekas untuk kemasan.

CM mengaku, telah melancarkan aksinya, sejak enam tahun silam. Bahkan, pelaku pernah terlibat dalam kasus sama sebelumnya. Berdasarkan catatan kepolisian, CM pernah diamankan polisi, pada 22 Juni 2016 lalu.

CM mampu meracik hingga 20 botol dalam setiap harinya. Miras oplosan hasil racikannya dibandrol dengan harga jual Rp 25 ribu perbotol. Sementara pelanggannya dari Kediri dan sekitarnya.

Kini CM harus meringkuk di sel tahanan Mapolresta Kediri untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Dia dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x