Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:41 WIB
 

PPP Sarankan Demokrat Enggak Usah Mutar-mutar

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 25 April 2018 | 08:00 WIB
PPP Sarankan Demokrat Enggak Usah Mutar-mutar
Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghormati langkah politik Partai Demokrat jika ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah menyiapkan calon pemimpin baru untuk bertarung di Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi menilai, isyarat SBY yang akan mengusung pasangan capres dan cawapres di luar nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto menunjukkan adanya rencana pembentukan poros ketiga.

Namun, ia meragukan poros ketiga itu akan terbentuk. Hal ini, lanjutnya, melihat besarnya peluang muncul ego masing-masing parpol yang ingin menjadi pimpinan koalisi.

"Itu hak dari Pak SBY. Kami hormati menyampaikan kemungkinan untuk mengajukan pasangan calon, tapi menurut pandangan kami, poros ketiga itu sulit tercapai. Kalau masing-masing mau jadi capres, cawapresnya gimana?" kata Arwani kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (25/4/2018).

Alih-alih menggagas poros ketiga, PPP menyarankan Demokrat untuk merapat mendukung Jokowi dan mengajukan nama cawapres.

"Dukung saja Pak Jokowi, baru ajukan cawapres. Begitu saja, nggak usah mutar-mutar. Akan tetapi, kami hormati setiap partai dengan cara dan strateginya masing-masing," tutur pungkas anggota Komisi I DPR ini.

Sebagaimana diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan pihaknya akan mengusung pasangan capres dan cawapres di luar nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Ahad 22 April 2018.

SBY tidak melanjutkan pembicaraannya soal siapa sosok pimpinan baru tersebut. Dia hanya mengatakan akan memasangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang mengerti keinginan rakyat.

Partai Demokrat memang belum menentukan arah koalisinya dalam pilpres 2019 mendatang. Namun, isu akan bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi partai Jokowi sempat santer terdengar. Bermula dari kehadiran Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional Demokrat di Sentul International Convention Center di Jawa Barat, Maret lalu. [rok]

Komentar

x