Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 20:38 WIB

Ada Poros Ketiga, Suara Prabowo Pecah?

Oleh : Ray Muhammad | Rabu, 25 April 2018 | 06:00 WIB
Ada Poros Ketiga, Suara Prabowo Pecah?
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai, kehadiran calon pemimpin baru di Pilpres 2019 diperlukan untuk menciptakan suasana pesta demokrasi yang lebih kompetitif.

"Justru ini bisa menghadirkan calon-calon yang menghadirkan kompetisi yang lebih kompetitif dan menghadirkan Indonesia yang lebih baik," ujar Hidayat kepada kepada INILAHCOM, Jakarta, Selasa (25/4/2018).

Politikus yang juga menjabat Wakil Ketua MPR ini mengatakan PKS tak khawatir jika poros ketiga ini terbentuk, maka akan memecah suara Prabowo Subianto yang akan bertarung di Pilpres nanti.

Menurutnya, justru bukan suara Prabowo yang akan terpecah jika poros ketiga muncul, melainkan dari pihak rivalnya, Joko Widodo (Jokowi).

"Poros itu juga belum ada dan kalau pun terbentuk, itu dengan siapa. Kalau Demokrat dan PAN saja kan nggak cukup. Berarti harus ada dari partai yang mendukung Pak Jokowi bergabung. Berarti suara Pak Jokowi nanti yang terpecah," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan pihaknya akan mengusung pasangan capres dan cawapres di luar nama Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Ahad 22 April 2018.

SBY tidak melanjutkan pembicaraannya soal siapa sosok pimpinan baru tersebut. Dia hanya mengatakan akan memasangkan calon presiden dan calon wakil presiden yang mengerti keinginan rakyat.

Partai Demokrat memang belum menentukan arah koalisinya dalam pilpres 2019 mendatang. Namun, isu akan bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi partai Jokowi sempat santer terdengar. Bermula dari kehadiran Jokowi dalam Rapat Pimpinan Nasional Demokrat di Sentul International Convention Center di Jawa Barat, Maret lalu. [rok]

Komentar

x