Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 02:54 WIB

Wakapolres Lombok Tengah Gila Akibat Belajar Ilmu

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 24 April 2018 | 20:31 WIB

Berita Terkait

Wakapolres Lombok Tengah Gila Akibat Belajar Ilmu
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Penyidik Polda Sumut masih menyelidiki kasus tewasnya Jumiang yang ditembak oleh Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kompol Fahrizal.

Hasil penyeldikan sementara, Kompol Fahrizal dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan.

"Sementara dalam tahap observasi. Karena kan informasi terakhir ada sedikit gangguan kejiwaan," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Mengenai penyebab Kompol Fahrizal mengalami gangguan kejiwaan, Paulus menyebut dari informasi yang ia terima, yang bersangkutan pernah belajar ilmu di Jawa Barat. Namun, Paulus tak secara gamblang menyebut ilmu apa yang dipelajari Fahrizal.

"Kemungkinan besar ada belajar ilmu. Berguru dulu," ujarnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini Kompol Fahrizal belum dipecat dari institusi Polri. Menurutnya, hal tersebut dilakukan usai pihaknya menerima hasil observasi tim psikologi dan kejiwaan.

"Artinya kalau dengan pengaruh jiwa menjadi bahan pertimbangan. Masih di observasi oleh tim psikologi dan kejiwaan," ujarnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki apakah Kompol Fahrizal sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.

Pihaknya juga masih mendalami apakah ada hubungan antara kasus penembakan dengan ilmu yang dipelajari oleh yang bersangkutan.

"Ya nanti harus dibuktikan. Saya juga dengar itu tapi saya tidak mau berandai-andai. Kalau memang dia 'ngilmu' harus dibuktikan kalau dia menganut ilmu apa gitu kan," kata Setyo.

Kompol Fahrizal berkunjung ke rumah ibu kandungnya di Jalan Tirtosari, Rabu (4/4) malam. Ia datang bersama istrinya untuk menjenguk orangtuanya yang sedang sakit.

Namun, tidak diketahui penyebab Fahrizal menembak adik iparnya tersebut hingga tewas. Selanjutnya, dia ditemani ibunya menyerahkan diri ke Polrestabes Medan. Sedangkan, jenazah Jun dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Jenazah Jun lantas dikebumikan pihak keluarga korban di kampung halamannya di Kabupaten Asahan, Jumat (6/4) sekitar pukul 01.00 WIB.[jat]

Komentar

x