Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:44 WIB
 

KPK Minta Kementan Hati-hati Soal Program Bawang

Oleh : Ivan Setyadi | Sabtu, 21 April 2018 | 13:04 WIB
KPK Minta Kementan Hati-hati Soal Program Bawang
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada seluruh pihak tak ragu melaporkan adanya dugaan penyelewengan penggunaan anggaran negara.

"Prinsip dasarnya penggunaan uang negara harus secara hati-hati dan sesuai peruntukan. Kalau ada penyimpangan tentu harus dipertanggungjawabkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Hal ini disampaikan Febri menanggapi perihal program wajib tanam bawang putih bagi importir yang diduga berpotensi unsur manipulasi di Kementerian Pertanian.

Selain program wajib tanam, dugaan penyelewengan lainnya berkaitan pengadaan bibit dan penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) yang tidak tepat sasaran dan memicu banyak protes dari petani serta sejumlah pihak lainnya.

"Jika ada informasi dugaan tindak pidana korupsi, silahkan dilaporkan pada penegak hukum," ujarnya.

Sedangkan Anggota Komisi III DPR, Wihadi Wiyanto mempertanyakan kerja Kementerian Pertanian apakah tegas melakukan cek dan ricek soal laporan realisasi wajib tanam. Sebab, dikhawatirkan ada manipulasi atau laporan fiktif dari ketentuan wajib tanam tersebut, bisa mengindikasikan inspektorat dan dirjen tidak melakukan pengawasan.

"Kami mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit di Kementerian Pertanian," katanya.

Sementara Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Yudi Ramdhan mengatakan pihaknya tentu menelaah informasi terkait dengan masalah potensi kerugian negara dalam program pertanian.

"BPK sederhana saja, kita harus menunggu hasil pemeriksaan BPK. Artinya, saya perlu cari tahu, cari informasi ke unit yang melakukan pemeriksaan apakah memang masalah itu sedang atau tengah diperiksa," kata Yudi.

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian menyebut rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mencapai hampir satu juta ton untuk tahun 2017.

Dari jumlah tersebut, sekitar 9.800 RIPH dikeluarkan. Namun, realisasinya kurang lebih 50 persen atau sekitar 490 ribu ton impor bawang putih.[jat]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x