Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 03:50 WIB
 

Richard Berharap 'Nasib' Pada Hasil Labkrim

Oleh : Ivan Setyadi | Jumat, 20 April 2018 | 23:06 WIB
Richard Berharap 'Nasib' Pada Hasil Labkrim
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Terdakwa Richard Cristoporus meminta majelis hakim menunda sidang sebelum keluar uji labolatorium forensik (Labkrim).

Hal itu seperti disampaikan Richard melalui Penasihat Hukumnya, Sirra Prayura. Dia menganggap, hasil uji labkrim dari kepolisian, bakal membuktikan benar tidaknya dakwaan terhadap kliennya.

"Kalau hasil labkrim itu sudah ada, dia akan terlihat secara gamblang dan nyata bahwa ternyata siapa yang salah," katanya kepada wartawan, Jumat (20/4/2018).

Sambil menunggu hasil labkrim, Richard dan tim PH juga sudah melayangkan surat ke beberapa stake holder agar kasusnya menjadi perhatian.

"Ini perjuangan keadilan saya kira, saya dan teman-teman sudah bersurat ke propam, untuk melaporkan ini. Dan menembuskan itu ke komisi 3 DPR RI, ombudsman, sampai kantor staf kepresidenan. Karena disini titik krusialnya," kritiknya.

"Sepanjang itu belum di putus, kita masih ada kesempatan, untuk berjuang terus," sambungnya optimis.

Richard sendiri saat membacakan pledoi pribadinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018) kemarin, juga menyinggung soal tak kunjung munculnya hasil labkrim terkait kasusnya.

"Yang mulia majelis sudi kiranya menunda sidang hingga demi proses peradilan yang seadil-adilnya," katanya dimuka sidang.

Richard menjadi terdakwa atas dugaan pemalsuan akta dua (2) bidang tanah seluas 6,9 ha dan 7 ha milik PT. Nusantara.

Atas dasar itu, Richard ngotot agar dihadirkan uji Labkrim guna membuktikan tuduhan kepadanya selama ini.

"Memang kasus ini perjuangan yang sangat berat. PH dan saya berjuang dari awal untuk bisa membuktikan bahwa kasus ini sejak awal memang ada yang ganjil," ungkapnya.

Bahkan setengah curhat, Richard menceritakan bagaimana kondisi perusahannya atas kasus yang membelitnya ini.

"Karyawan saya sampai harus di PHK karena perusahaan saya tidak terurus," keluhnya.

Majelis hakim yang diketuai hakim Chatim Chaerudin memastikan bahwa hak terdakwa untuk mendapatkan hasil uji labkrim tidak pernah dibatasi.

"Silahkan saja saudara berupaya, pertimbangan hakim kan masih belum selesai. Majelis tidak menghalangi karena itu hak," ucap Ketua Majelis Chatim.

Usai sidang, Richard masih menaruh optimis bisa melihat keadilan dan berharap bisa segera menghirup

"Walaupun kami sudah berada di garis belakang kekalahan, kami masih melihat ke arah kemenangan," tandasnya.

Sementara sidang sendiri akan tetap dilanjutkan pekan depan, Selasa (24/4/2018) dengan agenda replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Cristoforus Richard sebelumnya dituntut 4 tahun penjara atas dugaan melanggar pasal 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

Kasus ini semula merupakan perkara perdata yang telah dimenangkan Richard ditingkat kasasi. Tapi belakangan Richard dipidanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dia diduda melakukan pemalsuan akta dua (2) bidang tanah seluas 6,9 ha dan 7 ha milik PT. Nusantara.[jat]

Komentar

 
x