Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 20 Agustus 2018 | 12:47 WIB

Rumah Prostitusi di Pinggir Sawah Digerebek

Oleh : - | Jumat, 20 April 2018 | 15:32 WIB
Rumah Prostitusi di Pinggir Sawah Digerebek
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Malang - Tim Sabhara Polres Malang menggrebek rumah warga yang diduga dijadikan tempat prostitusi terselubung di Desa Kesamben, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (20/4/2018) siang.

Dari penggrebekan itu, tiga orang wanita yang ditenggarai menjadi pekerja seks komersil (PSK) dan seorang pria hidung belang berumur setengah abad lebih, diamankan petugas.

Ketiga PSK didapati sempat berupaya kabur saat melihat kedatangan mobil patroli. Sebagian pria dan wanita penjaja cinta, lari tunggang langgang kesemak-semak tanaman tebu di sekitar rumah prostitusi.

"Ada tiga wanita yang kami duga sebagai PSK langsung kita amankan bersama satu orang pria. Mereka ini sempat kabur saat melihat petugas," ungkap Kasat Sabhara Polres Malang AKP M.Lutfi, Jumat (20/4/2018) siang di lokasi penggrebekan.

Pantauan di lapangan, ada tiga rumah di Desa Kesamben yang dicurigai dijadikan tempat prostitusi terselubung. Saat mobil patroli berhenti tepat dipinggir jalan, beberapa orang pemilik rumah bergegas masuk kedalam rumah.

Setelah dilakukan pencarian, di dalam rumah tersebut cukup banyak kamar-kamar yang ditenggarai, menjadi lokasi esek-esek.

Kondisinya jauh dari layak untuk ukuran losmen maupun penginapan. Beberapa kamar bahkan berdekatan dengan kandang ayam, sawah, dan juga pohon bambu cukup rindang dengan suara gemiricik air sungai yang lebar.

"Razia penggrebekan ini dalam rangka cipta kondisi jelang Ramadan tahun ini. Dari pengamatan kami, rumah-rumah tersebut terlihat seperti rumah huni biasa. Namun banyak kamar dan sengaja disewakan untuk perbuatan mesum," papar AKP M.Lutfi.

Ketiga wanita diduga PSK, satu pria hidung belang dan pemilik rumah berkedok prostitusi lalu dibawa ke Polres Malang. Mereka dikenakan pasal Tipiring dan di data sesuai identitas diri sebelum diberi pengarahan petugas berwenang.[beritajatim]

Tags

Komentar

x