Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 17 Agustus 2018 | 13:19 WIB

Sekjen PSI Optimis Elektabilitas Partai Terus Naik

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 20 April 2018 | 15:24 WIB
Sekjen PSI Optimis Elektabilitas Partai Terus Naik
Sekjen PSI Raja Juli Antoni - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengamati dengan seksama hasil survei yang dikeluarkan berbagai lembaga di tanah air akhir-akhir ini.

Sebagai partai modern, PSI sangat percaya dengan ilmu pengetahuan berlandaskan metode ilmiah yang ketat.

Hasil survei lembaga-lembaga tersebut sangat variatif, menempat persentase elektabilitas PSI dan partai-partai lain secara berbeda, tapi nampaknya masih dalam rentang margin error.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengatakan, survei Poltracking misalkan menyebut elektabilitas PSI sudah 1,1 persen.

"Terpaut 1 persen dari Perindo yang iklannya sudah berseliweran sejak 2-3 tahun lalu," katanya, Jumat (20/4/2018).

Dia mengatakan, saat ini PSI sendiri baru mengandalkan kampanye di media sosial. Bahkan, jika dibandingkan dengan dua partai lama, Hanura dan PPP, elektabilitas PSI hanya terpaut 1 persen lebih saja.

Di sisi lain, elektabilitas PSI sudah melewati partai lama, PBB dan PKPI. Tentu saja juga telah melewati partai baru lain, Partai Berkarya dan Partai Garuda.

Selain Poltracking, ada sejumlah survei lain,
seperti Cyrus Network (CN) yang menempatkan elektabilitas PSI diangka 0,3 persen. Bila dibaca lebih detail, ada temuan menarik CN yang patut disukuri PSI.

Dia menilai, PSI menurut CN, menempati posisi ke lima partai yang dianggap publik siap untuk mendekati anak muda/milenial yaitu di angka 3,9 persen, kalah oleh empat partai yaitu PDI Perjuangan 23,3 persen, Perindo 9,4 perindo, Gerindra 8,2 persen dan Golkar 5,7 persen.

"Alhamdulillah kami dianggap siap mendekati anak muda, konstituen utama PSI, dibandingkan PKB, PKS, Demokrat, Nasdem, PAN, PPP dan Hanura," tegas Toni panggilan akrab Raja Juli Antoni.

Toni menegaskan, PSI dibangun dengan formula Parpol generasi 4.0 sejalan dengan teknologi yang memasuki generasi 4.0. Hal ini memang jalan yang diinginkan PSI, bangsa ini butuh melakukan upgrade bukan hanya teknologi tapi juga partai politiknya.

"Jika tidak diupgrade, parpol jadi tidak kompatibel dengan gerak zaman. Yang mesti diupgrade: platform komunikasi, struktur, program kerja, budaya organisasi, juga orang-orangnya. Jika tidak, partai politik justru menjadi faktor penghambat kemajuan. Teknologi sudah 4.0, parpolnya masih 2.0," urai Toni.

Dia mengakui awalnya banyak pihak yang pesimis dengan PSI khsusnya masa depannya sebagai parpol baru.

"Dulu hampir semua orang juga pesimis PSI lolos verifikasi KPU. Ternyata kami berhasil. Kami biasa dipandang sebelah mata. Tapi kami adalah generasi optimis. Kami Optimis Elektabiktas PSI akan Terus Naik. Masih ada waktu setahun untuk berjuang. Bergandengan tangan, berpeluh-peluh bekerja. Impossible is nothing. Manjadda wa jada. Bismillah. Tuhan bersama anak muda yang berani dan jujur," pungkas mantan Direktur Eksekutif Maarif Institute ini.[jat]

Tags

Komentar

x