Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:45 WIB
 

Guru Purwokerto yang Tampar Murid Minta Maaf

Oleh : Tatzuar Amir | Jumat, 20 April 2018 | 15:16 WIB
Guru Purwokerto yang Tampar Murid Minta Maaf
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Video yang beredar luas di Instagram tentang seorang guru yang menampar wajah muridnya dengan sekuat tenaga menjadi viral. Guru tersebut menyadari potensi viral dan segera mengunggah video klarifikasi.

Sebelumnya sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum guru yang menampar wajah muridnya dengan sekuat tenaga menjadi viral. Kejadian dalam video yang mulai beredar luas melalui Instagram itu diduga terjadi di sebuah sekolah di Purwokerto.

Si oknum guru yang kemudian diketahui berinisial LS itu menyadari bahwa tindakannya menampar si murid itu akan menjadi viral karena, dalam video yang tersebar luas itu, si guru tampak sadar dan tak keberatan bila tindakannya itu direkam melalui kamera ponsel.

Diketahui lebih lanjut bahwa LS adalah seorang guru yang mengajar di SMK Kesatrian Purwokerto, Jawa Tengah, di mata pelajaran Teknologi Wide Area Network.

Bila keterangan yang tersebar luas di sosial media menyebut bahwa LS menampar muridnya karena ketahuan makan di kelas, maka menurut kronologi yang diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Banyumas, AKP Djuanedi, menyebutkan bahwa murid yang ditampar oleh LS ternyata meninggalkan kelas yang dipimpin oleh sang guru.

Setelah LS mencari tahu, dia menemukan bahwa para murid tersebut berada di kantin. Sebelum melakukan tindakan, LS dikabarkan telah menghubungi wali kelas XI TKJ 3, kelas di mana ia mengajar, untuk meminta izin mengambil tindakan terhadap para murid yang membolos dari kelasnya itu.

LS pun kemudian mengunggah sebuah video yang sepertinya diambil setelah kejadian di dalam ruang kelas. Dalam video yang diunggah ke YouTube dan berdurasi lima menit itu, LS tampak melakukan dialog dengan para siswa yang diajarnya secara tatap muka langsung.

"Di sini , saya akan klarifikasi kalau misalkan muncul video saya di media sosial," kata guru LK di hadapan para siswa yang ditamparnya, dalam video yang diunggah pada Jumat (20/4/2018).

LS meminta para murid yang ditamparnya untuk merekam dialog dan pernyataan klarifikasi.

"Iya, ini saya. Saya yang memukul mereka (siswa), dan ini semua korbannya ada," ujar LS.

LS lalu meminta pemegang kamera untuk menyorot para siswa yang ditamparnya. "Saya paham, saya mengerti, saya pun melakukannya dengan tujuan, saya tidak serta merta buat sekali, saya tidak serta merta melakukannya dengan tanpa tujuan. Saya juga paham apa yang ada di hati kalian," ucap LS.

LS lalu menanyakan kepada para siswanya apakah ada ancaman atau intimidasi darinya untuk membuat video klarifikasi ini.

"Oke barangkali saya sedang mengintimidasi, kamu merasa diintimidasi gak. Merasa tidak saya mengancam kamu?," tanyanya.

Para murid pun menjawab serentak. "Tidak, pak!," kata para murid.

LS kemudian mengatakan bahwa ia sadar bila ada kemungkinan para siswa masih menyimpan dendam terhadap dirinya. Dia pun bersedia bertanggung jawab bila ada para murid yang ingin membalaskan dendam terhadap dirinya.

"Saya tawarkan kalau misalnya di antara kalian ada yang merasa dendam dengan saya atas apa yang telah saya lakukan tadi, silakan. Saya tawarkan kalau mau balas dendam ke saya, kalau mau melakukan itu ke saya (balas tampar), saya akan terima, silakan," ujarnya.

Lebih lanjut LS menjelaskan kepada para muridnya jika tindakannya itu dilandasi suatu tujuan.

"Saya masih menerima, saya mengerti perasaan kamu saat ini mungkin masih berkecamuk, ada dendam dalam hatimu ingin membalas saya, nggak apa-apa. Kamu bisa datang ke saya suatu saat pun kalau ingin melampiaskan dendam itu juga boleh. Saya akan menerima dan saya tidak akan menghindar, sama seperti yang kamu lakukan tadi (tidak menghindar tamparan).Tolong disadari, saya melakukan itu bukan tanpa tujuan, saya paham sekali, saya ngerti sekali di dalam hati kamu berkecamuk, ingin membalaskan dendam kamu ke saya atau mungkin kamu ingin melaporkan saya ke polisi," tegas LS.

Lewat video itu, LS pun ingin memberitahukan warganet bila dia dan para muridnya sudah sepaham tentang apa yang melatarbelakangi dia melakukan hal itu.

"Tapi kita sudah berjanji dulu tadi ya, kita sama-sama sudah mengerti kenapa saya melakukan itu. Saya ngerti kamu ingin membalas saya berkecamuk di sini, karena saya sudah pernah merasakannya, saya pun juga dulu dendam karena itu, tapi saya pahami. Rasa sakit yang dirasakan barusan saya berikan, digunakan sebagai pengingat karena kalian sudah keterlaluan. Kalian sudah benar-benar keterlaluan, jadi saya gunakan itu (menampar) sebagai pengingat. Supaya kalau kamu keterlaluan lagi, kamu tidak perlu merasakan yang lebih sakit lagi," jelasnya.

LS pun menegaskan kembali melalui sebuah pertanyaan kepada para muridnya.

"Oke disadari ya, sadar dengan perasaan dan hati yang tulus?," tanya LS

"Iya, pak!," jawab para murid tersebut.

LS pun kemudian meminta maaf kepada para muridnya. "Dengan penuh hati yang tulus, saya meminta maaf kepada kalian, kalau memang itu menyakiti hati kalian. Apakah kalian menerima maaf saya?," tanya LS.

Ada yang menjawab dengan "Insya Allah" dan ada yang dengan lugas menjawab dengan "menerima".

LS pun memberikan penutup yang menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan dan meminta kepada para orangtua memahami tindakannya itu.

"Alhamdulilah, semuanya menerima. Kita sudah saling memaafkan, semua yang ada di sini kita semua sudah saling memafkan. Apapun kejadiannya, harus ada klarifikasinya. Ini klarifikasi saya dan ini anak-anak yang barusan saya lakukan tindakan. Saya harap orangtua dari anak-anak ini paham mengapa saya melakukannya dan saya kira anak-anak ini sudah bisa menjelaskan ke bapak ibu semuanya mengapa saya melakukan ini, dan mereka saya yakin bisa menjelaskan dengan pemahaman yang lebih baik," tutupnya.

Berikut videonya.

.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x