Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:31 WIB
 

Bareskrim Siap Kembalikan Kapal Yacht yang Disita

Oleh : Muhamad Yusuf Agam | Rabu, 18 April 2018 | 00:32 WIB
Bareskrim Siap Kembalikan Kapal Yacht yang Disita
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan gugatan Equanimity (Cayman) Ltd Islands atas penyitaan yacht di Bali dinyatakan tidak sah. Polri mengaku menghormati putusan tersebut.

"Berdasarkan putusan tersebut kita tau putusan itu sudah sifatnya final dan mengikat. Oleh karena itu, enggak mungkin lagi ada upaya hukum untuk uji kembali putusan praperadilan dengan banding, kasasi, ataupun PK. Oleh karena itu, kami dari Dittipideksus akan mematuhi perintah PN Jaksel untuk segera mengembalikan kapal pesiar tersebut ke pemiliknya," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Rudy Heriyanto saat jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (17/4/2018).

Rudy mengatakan bahwa pihaknya tak akan mengajukan banding apapun. Dia mengaku siap untuk segera melaksanakan putusan PN Jakarta Selatan. Mengenai kapan akan dikembalikan kapal tersebut, ia akan berkoordinasi dengan pimpinan.

Ia juga mengakui adanya prosuder yang salah. Rudy menyebut penyitaan kapal mewah itu dilakukan berkoordinasi dengan FBI.

"Memang proses seperti itu cuma kemarin karena kebutuhan mendesak, takut kapal segera tinggalkan wilayah, Polri dalam hal ini Dittipideksus dan FBI langsung lakukan penyitaan," kata Rudy.

Sebelumnya, Hakim Praperadilan Ratmoho mengabulkan permohonan Equanimity (Cayman) Ltd Islands atas penyitaan yacht di Bali. Ratmoho menyebut penyitaan yacht tidak sah, Bareskrim Polri Diminta untuk segera mengembalikan yacht tersebut.

"Menimbang, hakim menilai termohon (Bareskrim Polri) tidak dapat membuktikan dalil sangkalannya. Memperhatikan ketentuan UU Nomor 1/2006. Mengadili, dalam eksepsi, menolak eksepsi yang diiajukan termohon. Dalam pokok perkara mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh pemohon untuk sebagian," kata Ratmoho.

Dalam putusannya, Hakim Ratmoho membatalkan penyitaan kapal tersebut oleh Polri. Ia pun memerintahkan Bareskrim Polri segera mengembalikan kapal mewah tersebut.

"Menyatakan sita terhadap kapal Equanimity terhadap pemohon berdasarkan surat perintah penyitaan tidak sah dan tidak berdasarkan hukum. Membatalkan surat perintah penyitaan, menghukum temohon untuk mengembalikan kapal yacht Equanimity kepada pemohon," tandasnya.[ris]

Komentar

x