Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 21:46 WIB
 

Sebelum Kecelakaan, Novanto Telepon Istri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 16 April 2018 | 19:11 WIB
Sebelum Kecelakaan, Novanto Telepon Istri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Istri Setya Novanto, Deisti Astriani akhirnya buka suara terkait keberadaan suaminya yang diburu oleh KPK pada 17 November 2017 lalu. Deisti mengaku ditelepon oleh Novanto sehari sebelum peristiwa kecelakaan' terjadi.

Awalnya, Deisti mencoba menghubungi Setya Novanto untuk menanyakan keberadaanya pada 16 November 2017. Namun, telepon selular Novanto tak aktif. Keesokan harinya, Novanto menelepon Deisti dan mengatakan akan mendatangi KPK.

"Saya telepon nggak nyambung. Tapi besoknya pas dzuhur baru saya ditelepon suami saya. Suami bilang akan datang ke KPK dengan DPD I, kamu tolong tenangkan anak-anak," ujar Deisti dalam sidang lanjutan dengan terdakwa dr Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Deisti mengaku menunggu pemberitaan dari media jika memang benar Setya Novanto akan mendatangi KPK. Sebab, Deisti sedang menggelar pengajian rutin dikediamannnya.

"Sore ada pengajian rutin. Pengajian seperti tausiah saya menunggu karena kalau datang ke KPK ada berita. Saya menunggu dari berita saja," katanya.

Tiba-tiba, Deisti mendapat telepon dari pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Saat itu, Fredrich mengabarkan bahwa Setya Novanto mengalami kecelakaan dan meminta Deisti untuk segera mendatangi RS Medika Permata Hijau.

"Saya ditelepon Pak Fredrich ada kecelakaan. Saya tanya bapak gimana? saya (Fredrich) belum tahu bu lagi di jalan, ibu datang saja ke rumah sakit," ucapnya.

Mendapati kabar sang suami mengalami kecelakaan, Deisti langsung bergegas menuju RS Medika bersama rekannya. Ia masuk melalui pintu belakang untuk menghindari awak media.

"Saya sampai RS pukul 20.30 WIB, saya masuk lewat depan wartawan banyak sekali. Saya masuk lewat tangga naik ke atas. Pas di kamar pasien lihat ada bapak lagi diperban bagian (kepala) sama infus," ucapnya.

Dalam kasus ini, dokter Bimanesh bersama mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, yang menjerat Setya Novanto.

Ia dan Fredrich disebut merekayasa rekam medis Novanto agar dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017. Tujuannya untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK. [ton]

Komentar

x