Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 26 April 2018 | 03:20 WIB
 

Implikasi Kriminalisasi Khutbah Amien Rais

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 16 April 2018 | 18:57 WIB
Implikasi Kriminalisasi Khutbah Amien Rais
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais kembali menjadi pembuat berita. Kali ini, materi khutbahnya dipersoalkan publik. Pemicunya dua istilah yang terdapat dalam al-Qur'an yakni hizbullah (partai Allah) dan hizbus syaitan (partai setan).

Taushiyah usai "Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjamaah" oleh Amien Rais, Jumat (13/4/2018) subuh di Mampang Prapatan berujung polemik. Bahkan, Amien pun dilaporkan ke polisi imbas pernyataannya tersebut. Organsisasi Cyber Indonesia, akhir pekan kemarin melaporkan Amien Rais ke polisi dipicu pernyataan partai Allah dan partai setan.

Pelapor menilai, pernyataan Amien bernilai provokatif dan berusaha mendikotomi antara partai Allah dan partai setan. "Kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuansa agama," sebut Aulia Fahmi, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Cyber Indonesia, organisasi yang sama juga melaporkan Rocky Gerung atas pernyataan "kitab suci fiksi".

Materi khutbah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyampaikan isi materi ayat al-Quran dengan mengutip dua istilah yakni hizbullah yang berarti partai Allah dan hizbus syaithan yang berarti partai setan. Amien sama sekali tidak menisbatkan partai Allah tersebut terhadap partai politik yang ada di Indonesia. Ia menyebut, hizbullah merupakan kelompok yang membela agama Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah," sebut Amien Rais sebagaimana dikutip CNN Indonesia. Pernyataan Amien Rais tersebut mendasari istilah hizbullah yang berarti "pengikut Allah" pada ayat al-Quran yang terdapat di surat al-Maidah ayat 56.

Namun, respons publik atas pernyataan Amien Rais terbelah. Ada yang pro dan kontra. Bagi yang sependapat, pernyataan Amien Rais konteknsya ceramah keagamaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan partai politik. "Yang disampaikan Pak Amien itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Bukan dalam konteks parpol," kata Drajad dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/4/2018).

Namun sebaliknya, khutbah Amien Rais ada juga yang menganggap sebagai pernyataan provokatif. Akibatnya, khutbah Amien Rais itu dilaporkan ke kepolisian karena menganggap memecah belah masyarakat.

Amien Rais sejak era orde baru hingga saat ini senantiasa konsisten menjadi pembuat berita (news maker). Pernyataannya lugas, tegas dan tanpa tedeng aling-aling. Kini, Amien harus bersiap menghadapi gugatan hukum melalui kepolisian. Upaya hukum ini tentu akan memberi nilai politik, pasalnya suka tidak suka Amien memiliki para pendukung yang akan membela Amien dan menganggap pernyataan tersebut bukanlah ujaran kebencian.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x