Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:16 WIB
 

Emil Dardak: Pemilih Melihat Rekam Jejak

Oleh : - | Senin, 16 April 2018 | 10:58 WIB
Emil Dardak: Pemilih Melihat Rekam Jejak
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Memasuki era millenials, pola psikologi dan sosiologi para pemilih sudah menjadi begitu berbeda. Pemilih tidak akan lagi dengan mudah tergoda pada politik uang maupun pencitraan yang dibangun.

Pendapat ini diungkapkan oleh Calon Wakil Gubernur Jatim dengan nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak.

Menurut Emil, masyarakat saat ini semakin kritis dalam memilih pemimpin. Rekam jejak dan hasil kerja nyata Ia pandang menjadi salah satu dari latar belakang untuk menentukan pilihan.

"Masyarakat tidak melihat program yang disampaikan passangan calon ke depan. Karena visi dan misi masih janji, namun rekam jejak adalah bukti nyata dari sebuah pengabdian," kata Bupati Trenggalek non-aktif itu.

"Mereka (pemilih) melihat rekam jejak program. Jadi mereka melihat kemarin ngapain dan telah berbuat apa untuk masyarakat Jawa Timur, " tambahnya.

Sosok muda yang dipercaya Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk melanjutkan program Jatimnomics ini pun juga menuturkan bahwa saat menyusun program kerja yang dikampanyekannya kepada masyarakat, dirinya bertumpu pada berbagai program Pemerintah Provinsi Jatim yang dikepalai Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo).

"Baik tingkat keberhasilan, efek positif pada masyarakat serta yang terpenting evaluasi dari program itu. Mana yang kurang dan belum maksimal. Ini yang kami jadikan program. Kita sangat detail menganalisa agar program tepat sasaran," tutur pria yang juga pakar pengembangan kawasan ini.

Penggagas pelabuhan perintis selatan Jawa ini juga mencontohkan adanya program Jalin Matra maupun Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilainya berhasil, meski masih ada lansia dan disabilitas yang belum tersentuh sepenuhnya.

Walaupun demikian, lubang-lubang ini akan dipertebal dan disempurnakan di masa depan oleh pasangan Khofifah-Emil.

Lebih lanjut Emil menambahkan ada beberapa persoalan serius yang harus dibenahi ke depan. Misalnya, program pelayanan terpadu satu atap bagi persoalan pekerja migran. Program yang sesungguhnya telah berjalan di Surabaya dan Tulungagung.

Emil yang baru saja mendapatkan penghargaan Indonesia Visionary Leader kategori Best in Unlocking Local Potentiality ini menjelaskan bahwa masih ada ruang yang serius dan harus dibenahi.

Itu semua perlu dilakukan agar ke depannya persoalan seperti kemiskinan pedesaan, partisipasi sekolah yang relatif rendah terutama untuk perempuan, dan infrastruktur dasar, dapat teratasi.

"Disini diperlukan percepatan-percepatan yang harus dilakukan dan harus menjadi solusi yang benar-benar membangun pemberdayaan masyarakat," pungkas Emil. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x