Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 18:16 WIB

LSI: Pasangan Demiz Mulai Salip RINDU di Jabar

Oleh : Ivan Setyadhi | Minggu, 15 April 2018 | 21:36 WIB
LSI: Pasangan Demiz Mulai Salip RINDU di Jabar
(FOto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mendapatkan temuan baru dari hasil survei pilihan masyarakat pada Pilkada Jawa Barat 2018. Peta kekuatan jelang pencoblosan mulai berubah perlahan-lahan.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah menjelaskan sebelumnya pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulim memimpin elektabilitas. Namun, sekarang pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mulai menyalip tipis dengan 43,2 persen.

"Pasangan Ridwan-Uu menurun ke posisi kedua dengan 39,3 persen. Dalam simulasi, elektabilitas personal Ridwan masih unggul tipis (40,8 persen) dari Demiz (38,9 persen)," kata Toto di Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Menurut dia, peranan Dedi Mulyadi (Demul) terlihat sekali sebagai wakil yang mendongkrak Demiz. Sehingga, Demiz yang elektabilitas personalnya 38,9 persen kalah tipis dari RK (Ridwan Kamil) yang 40,8 persen terdongkrak menjadi 43,2 persen setelah berpasangan dengan Demul.

"Dalam simulasi empat calon wakil gubernur, Dedi Mulyadi memang mengungguli jauh tiga calon lainnya dengan 38,0 persen. Inilah salah satu faktor yang mendongkrak pasangan dua DM (Demiz-Demul). Sementara, Uu (16,8 persen), Ahmad Syaikhu (18,9 persen) dan Anton Charliyan (3,6 persen)," ujarnya.

Menurut dia, pasangan Demiz-Demul ini berhasil meningkatkan pengenalan dan kesukaannya melalui aneka program yang massif dan menyentuh aspirasi warga Jawa Barat bukan mustahil bisa lolos sebagai pemenangnya.

"Apalagi, selain karena tren pasangan ini yang terus naik, juga karena Dedi masih punya potensi menaikkan tingkat pengenalannya yang masih sekitar 55 persen," jelas dia.

Sementara, kata dia, tingkat kesukaannya cukup tinggi dengan 73,1 persen. Keunggulan Demul juga karena dia punya pemilih militan (strong supporter) yang cukup tinggi 26,6 persen dibandingkan dengan Uu (12,5 persen), Syaikhu (4,3 persen) dan Anton (1,8 persen).

"Biasanya, mereka inilah kategori pemilih yang tak akan pernah berubah sampai pemilihan hari-H," katanya.

Ia mengatakan harapan pasangan Demiz-Demul memang ada pada Demul karena Demiz sudah sampai pada tingkat pengenalan yang mentok, yaitu 94,8 persen meskipun kesukaannya juga cukup tinggi dengan 81,8 persen.

"Kurang lebih sama dengan tingkat kesukaan RK yang 82 persen dari 77,0 persen yang mengenalnya," katanya.

Kemudian, Toto mengatakan dua pasangan lainnya Ahmad Sudrajat Syaikhu (ASYIK) hampir sama dengan dua DM (Demiz-Demul) dimana faktor wakil ikut menyumbang kenaikan elektabilitas saat dipasangkan.

"Dalam simulasi personal, Sudrajat harus puas dengan 4,2 persen. Tapi, saat dipasangkan dengan Syaikhu naik menjadi 8,2 persen," katanya.

Sedangkan, kata Toto, untuk pasangan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (HASANAH) dengan elektabilitas 4,1 persen tampaknya belum bisa saling menyumbang karena elektabilitas masing-masing masih sangat rendah.

Survei dilakukan pada 21-29 Maret 2018dengan menggunakan metode standard, multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440 dengan margin of errorsebesar 4.8 persen.[van].

Komentar

x