Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 14:01 WIB
 

Forum Ustazah Ingin Pemimpin 'Agamis'

Oleh : Ivan Setyadhi | Minggu, 15 April 2018 | 20:27 WIB
Forum Ustazah Ingin Pemimpin 'Agamis'
Ketua Presiden Agamis, Ida Mursidah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Forum Komunikasi Ustazah (Fokus) mendeklarasikan presiden agamis (Aku, Gatot Nurmantyo dan Muhaimin Iskandar) sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 2019.

Ketua Presiden Agamis, Ida Mursidah mengatakan aspirasi masyarakat bawah menginginkan kepemimpinan yang amanah, gagah dan merakyat. Menurut dia, hal itu ada pada mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Gatot menjalankan roda kepemimpinan nasional dengan kewibawaan, jiwa merakyat dan juga cerdas dalam menghadapi persoalan kebangsaan," kata Ida di Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Sedangkan, kata Ida, sosok Muhaimin (Cak Imin) merupakan calon wakil presiden yang berasal dari kalangan nahdliyin yang sangat religius yang merupakan cerminan aspirasi umat Islam.

"Pasangan agamis yakni Gatot-Muhaimin Iskandar merupakan perpaduan serasi tokoh nasional dan religius dalam memimpin perjalanan kehidupan berbangsa. Semoga Allah Swt merahmati kedua pemimpin kita dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.

Menurutnya, pemimpin nasional masa mendatang harus mempunyai program yang fokus pada pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan laju konsumsi masyarakat.

Sehingga, kata dia, dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran dan pemerintah yang berwibawa pada masyarakat khususnya dalam memerangi penyakit masyarakat seperti minuman keras.

"Pemimpin yang agamis itu amanah, gagah dan merakyat untuk Indonesia. Amanah dalam menjalankan tugas kenegaraan, mampu memahami dan memberikan jalan keluar setiap permasalah bangsa, memiliki semangat dan fisik yang kuat dalam memikul amanah umat," jelas dia.

Ia menilai kewibawaan pemerintah diperlukan untuk menjaga penurunan dekadensi moral generasi muda, baik atas modernisasi dan nilai religius dalam bernegara untuk mendorong terjadinya akhlakul kharimah pada generasi mendatang.

"Sedangkan pemimpin religius berarti mempunyai sifat, sidik, amanah, tablig, dan fathonah," tandasnya.[van].

Komentar

x