Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 17:14 WIB
 

BNN: Narkoba Laris karena Lebih Mahal dari Emas

Oleh : - | Minggu, 15 April 2018 | 11:30 WIB
BNN: Narkoba Laris karena Lebih Mahal dari Emas
Deputi Pengembangan Masyarakat Irjen Dunan Ismail - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan alasan masih maraknya transaksi jual dan beli narkoba di Indonesia saat ini, bahkan melibatkan jaringan internasional.

Deputi Pengembangan Masyarakat Irjen Dunan Ismail mengatakan, mahalnya nilai jual dan beli narkoba menyebabkan masih terus berjalannya bisnis haram ini.

Ia mengungkapkan, harga satu gram narkoba jenis sabu jauh lebih mahal dibandingkan satu gram emas atau logam mulia. Inilah yang menyebabkan peredarannya laris.

"Harga sabu Rp1,8 sampai Rp2 juta per gram. Sedangkan emas atau logam mulia Rp400 sampai Rp600 ribu per gram. Kenapa narkoba banyak masuk ke Indonesia? Itu karena pangsa pasarnya besar," kata Dunan di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/4/2018).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN dan UI angka prevalensi pengguna narkoba pada tahun 2017 mencapai 1,77 persen atau 3,3 juta penduduk Indonesia menjadi penyalahgunanya.

"Angka prevalensi di tahun 2014, kita masih di angka dua koma sekian, itu sampai lima juta. Tapi hasil penelitian terbaru itu menjadi 1,7 atau sekitar 3,3 juta jiwa. Kalau dari angka prevalensi itu sudah ada penurunan. Saya kira itu hasil kita bersama," tuturnya.

Dunan pun menegaskan, komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus menurunkan jumlah pengguna narkotika di Indonesia setiap tahunnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, ada 71 jenis narkoba baru yang masuk ke Indonesia sehingga diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk memerangi bahaya barang haram tersebut.

"Kami juga punya fungsi terkait rehabilitasi. Itu yang 3,3 juta pengguna narkoba itu harus kita selamatkan, kalau tidak mereka semua akan di bawa oleh bandar. Jadi Kalau ada yang terkena narkoba segera lapor ke BNN atau polisi, itu tidak akan kena hukum. Malah kalau ada pihak-pihak seperti di dalam keluarga ada yang kena narkoba, tapi tidak lapor itu malah bisa kena sanksi hukum," paparnya. [tar]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x