Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 27 April 2018 | 00:10 WIB
 

Dewan Pers Tak Anjurkan Media Beritakan Ceramah

Oleh : - | Minggu, 15 April 2018 | 08:49 WIB
Dewan Pers Tak Anjurkan Media Beritakan Ceramah
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pers mengimbau media agar tak menjadikan isi ceramah dalam sebuah kegiatan keagamaan sebagai bahan berita dan langsung disiarkan ke publik.

Hal ini menyusul ramainya pemberitaan soal politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang dianggap membuat kontroversi sehubungan dengan pernyatannya yang menyebut ada Partai Allah dan Partai Setan.

Amien membedakan Partai Allah dan Partai Setan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh Berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018)

Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi mengatakan, pihaknya tidak menganjurkan apa disampaikan pemuka agama dalam khutbahnya langsung dihadirkan menjadi berita. Menurutnya, insan pers harus dapat menghormati substansi sebuah khutbah.

"Ceramah keagamaan sudah pasti sudah bersifat privat walaupun berlangsung di tempat terbuka atau ada media serta alat pengeras suara yang membuat ceramah itu terdengar ke mana-mana. Kecuali kalau memang itu ceramah non-keagamaan dan disampaikan di depan publik," jelas Jimmy, Jakarta, Minggu (15/4/2018).

Ia menambahkan, jika kalangan pers ingin mengutip sebuah ceramah keagamaan, maka materi atau isi ceramah keagamaan yang dianggap menarik dapat diklarifikasi kepada penceramahnya.

"Prinsip jurnalistik 5W dan 1H harus diperdalam. Namanya isi khutbah, tidak pernah ada unsur 5W dan 1H, karena itu sepihak dari pengkhutbah, penceramah atau rohaniawan. Makanya kami dari Dewan Pers tidak pernah menganjurkan isi khutbah bulat-bulat dijadikan berita," jelas dia.tuturnya.

Jimmy pun mengingatkan bahwa khutbah selalu dipenuhi dengan pesan rohani, hubungan manusia dengan Tuhan. Seandainya ada isi khutbah yang menyangkut persoalan sosial atau politik, pasti dibungkus dalam konteks keagamaan.

"Sementara sebuah berita tidak hanya menyangkut satu orang, melainkan juga menyangkut orang banyak. Kewajiban anda mengecek, mengonfirmasi dan verifikasi dari pihak lain," tandasnya. [tar]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x