Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 18 Juni 2018 | 22:40 WIB
 

Khofifah Wacanakan Jadikan Desa Sentra Industri

Oleh : - | Sabtu, 14 April 2018 | 11:44 WIB
Khofifah Wacanakan Jadikan Desa Sentra Industri
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Sebagai salah satu tonggak perekonomian, Cagub Jatim dengan nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa meminta agar pengusaha juga turut serta membangun Jawa Timur.

Salah satunya adalah dengan meminta campur tangan para pengusaha untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di Jawa Timur.

Pada bincang santai yang dilakukan Khofifah bersama Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Jawa Timur, Ia memaparkan keinginannya agar para pengusaha mau memindahkan sentra industri mereka ke desa.

Diharapkan, hal itu dapat mengurangi kesenjangan kesejahteraan antara desa dan kota. Apalagi, menurut wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini kemiskinan di Jawa Timur adalah masih termasuk yang paling tinggi di Indonesia.

"Saya sampaikan, pengusaha harus buat sentra industri di desa. Supaya akan ada makna untuk sentra Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ketimpangan akan tetap muncul kalau di desa tidak ada perusahaan," kata Khofifah di depan puluhan pengusaha.

"Saya ada pikiran yang bisa supply PDRB harus jadi sabuk kesejahteraan Jawa Timur. Sekarang ada industri di kota lalu akan dikirim ke desa tertentu," lanjutnya.

Di sisi lain, Khofifah juga mengatakan bahwa pembangunan kawasan utara dan kawasan selatan akan menjadi prioritasnya dalam membangun Jawa Timur.

Karena itu, Ia akan mempercepat pembangunan beberapa jalan lingkar selatan Jawa Timur bila terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur 2018-2023. "Wilayah utara dan wilayah selatan itu menjadi prioritas. Jalan Lingkar Selatan itu menjadi penting," tegas Khofifah.

Secara khusus, wanita yang juga berpasangan dengan Emil Dardak sebagai Cagub-Cawagub ini juga meminta pada para pengusaha untuk membuat iklim industri yang lebih produktif di Jawa Timur.

Hal itu tentu saja agar industri Jawa Timur tidak kalah dengan industri di Vietnam.

"Di Vietnam, pekerja kerja 12 jam sehari. Saya nggak tahu bagaimana mereka bisa kuat bekerja 12 jam untuk mencapai kualitas tertentu. Pada posisi ini, yang sudah ada pengalaman mengoperasi bisnis harus bisa mendefinisikan bagaimana membuat iklim industri lebih produktif," pungkas Khofifah. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x