Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 10:17 WIB
 

Warga Sumenep Sewa Pembunuh Bayaran Rp 4 Juta

Oleh : - | Sabtu, 14 April 2018 | 09:40 WIB
Warga Sumenep Sewa Pembunuh Bayaran Rp 4 Juta
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sumenep - Gara-gara diduga punya ilmu santet, Abdurrahem (75), warga Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, tewas dibunuh.

Pembunuhan berencana itu sebenarnya terjadi pada Maret 2016. Namun tersangka pelakunya baru berhasil diringkus aparat kepolisian dua tahun setelah kejadian. Pembunuhan itu didalangi Kutsi (39), dibantu Moh. Akip (53), keduanya warga Desa Batuputih Laok.

"Kutsi merupakan otak penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Sedangkan Akip membantu dengan mengawasi keberadaan korban sebelum dibunuh," kata Wakapolres Sumenep, Kompol Sutarno, Jumat (13/4/2018).

Pembunuhan itu dilatarbelakangi isu santet. Tersangka Kutsi dendam dan sakit hati pada korban, karena diduga korban telah menyantet ibunya hingga sakit dan meninggal.

"Kutsi kemudian mencari orang yang mau menghabisi nyawa korban. Akhirnya bertemu dengan SD yang menyatakan bersedia menjadi eksekutor," ungkapnya.

Korban dihabisi oleh SD di jalan, saat pulang dari warung kopi dengan mengendarai sepeda motornya. Saat ditemukan, semula warga mengira bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Daerah dr H. Moh Anwar. Namun dalam perjalanan, korban meninggal.

"Keluarga korban curiga kematian korban bukan karena kecelakaan lalu lintas, namun karena dibunuh. Karena itu, keluarga korban langsung melaporkan kasus itu ke polisi," terangnya.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi penuh luka sabetan benda tajam di tubuhnya. Diantaranya luka robek pada telinga kanan dan kiri, luka robek di bawah mata kiri.

"Setelah membunuh korban, SD kemudian kabur. Saat ini masih dalam pengejaran anggota kami. Menurut pengakuan Kutsi, ia menyerahkan uang Rp 4.000.000 kepada SD sebagai imbalan karena telah bersedia menghabisi nyawa korban," ujar Sutarno.

Saat ini tersangka Kutsi dan Akip ditahan di Mapolres Sumenep untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 340 KUHP dan pasal 55 ayat (1) KUHP. "Ancaman hukumannya bisa hukuman mati, seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun," pungkasnya. [beritajatim]

Tags

Komentar

x