Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 22:52 WIB

Kasus Miras Oplosan Dinilai Fenomena

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 14 April 2018 | 02:43 WIB
Kasus Miras Oplosan Dinilai Fenomena
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peredaran minuman keras (miras) oplosan telah merenggut 89 nyawa di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ahmad Rofiq menganggap peredaran miras oplosan akibat masyarakat tidak peka terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Hal ini disampaikan Rofiq dalam acara Serial Dialog Nusantara Ke-10 edisi khusus Silaturahmi Rakyat dan Partai Politik, dengan tema Siapa Berhak Kursi Di Senayan?, di gedung Nusantara V kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

"Bahwa masyarakat kita gak aware terhadap lingkungan. Diproduksi di rumah-rumah, di gang-gang sempit, artinya masyarakat gak peduli lingkungan," kata Rofiq.

Oleh karena itu, Rofiq meminta kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, peran dari orang tua juga sangat penting untuk menjuahkan anaknya menjadi korban miras oplosan.


"Masyarakat harus lebih peduli, Pak RT, Pak RW harus melihat aktifitas para pendatang, apa kegiatan mereka disitu. Keluarga harus peduli dengan kehidupan, kebiasaaan anaknya, terutama dalam hal ini anak laki-laki," ujarnya.

Rofiq lalu bicara jika Perindo masuk dalam jajaran parlemen. Menurut dia, partai besutan Harry Tanoesoedibjo akan bersungguh-sungguh melawan fenomena miras oplosan.

"Ini kita harus nyatakan perang karena sama jahatnya dengan narkoba. Kita gayang (mafia miras oplosan)," jelas Rofiq.

Komentar

x