Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:40 WIB
 

Komentar Beodiono Usai Diminta Jadi Tersangka

Oleh : - | Jumat, 13 April 2018 | 17:19 WIB
Komentar Beodiono Usai Diminta Jadi Tersangka
Mantan Wakil Presiden Boediono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Boediono angkat bicara terkait perintah Pengadilan yang memerintahkan KPK menjadikan dirinya tersangka kasus Century. Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Mengenai masalah aspek hukum, saya menyerahkan semuanya kepada para penegak hukum. Saya sepenuhnya percaya pada kearifan beliau-beliau ini," kata Boediono usai menjadi pembicara di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (13/4/2018).

Boediono menambahkan, apa yang dilakukannya saat menjabat Gubernur BI pada tahun 2008 dengan memberikan dana kucuran bailout ke bank Century, hanya untuk menyelamatkan ekonomi nasional agar tidak terjadi krisis seperti tahun 1998.

"Alhamdulillah kala itu, kita Indonesia bisa menghadapi krisis dengan selamat, berbeda degaman pengalaman kita menghadapi krisis sebelumnya tahun 97-98. Saya merasa mendapat kehormatan, karena kesempatan itu saya berusaha dan telah melaksanakan apa yang saya pikirkan sebagai memberikan yang terbaik, dari apa yang saya punya dan apa yang saya tahu pada bangsa ini untuk mengatasi krisis saat itu," tuturnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Jakarta Selatan mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Dalam putusannya hakim tunggal Effendi Mukhtar memerintahkan KPK menetapkan tersangka Century mantan Gubernur BI Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan Budi Mulya.

Adapun didalam surat dakwaan, Budi Mulya didakwa bersama-sama Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Chalimah Fadjrijah Deputi Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, Alm Budi Rochadi Deputi Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan dan Robert Tantular serta Hermanus Hasan Muslim dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century.

Budi Mulya sendiri divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan. Namun di tingkat kasasi, Budi Mulya divonis 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). [fad]

Komentar

x