Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 23:27 WIB
 

Pesawat Kepresidenan Tidak untuk Tim Kampanye

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 13 April 2018 | 16:41 WIB
Pesawat Kepresidenan Tidak untuk Tim Kampanye
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari mengatakan pihaknya berpandangan kalau pesawat kepresidenan itu bagian dari fasilitas pengamanan Presiden. Maka, yang boleh naik hanya Presiden dan pejabat negara yang berkaitan dengan kepresidenan.

"Untuk kampanye dan sebagainya, berarti tidak bisa pakai pesawat kepresidenan," kata Hasyim di Kantor KPU, Jumat (13/4/2018).

Menurut dia, mestinya kalau memang kampanye tentu kegiatannya kampanye saja jangan kemudian berbarengan atau bersamaan dengan acara negara.

"Sebab, UU menyatakan kalau bahwa seseorang sudah menduduki jabatan Presiden atau Wapres dan nyalon, sebagai capres atau cawapres itu juga harus pertimbangkan waktu kampanye dengan kegiatan kenegaraannya," ujarnya.

Ia mencontohkan kalau dalam pilkada itu calon kepala daerah yang masih menjabat sebagai kepala daerah tentu cuti selama masa kampanye, baik dimulai kampanye sampai kampanye selesai harus cuti.

"Tapi kalau Presiden dan Wapres, itu cutinya cukup saat dia sedang kampanye saja. Misal, hari ini dia kampanye ya hari ini saja cuti. Pertanyaan berikutnya, apakah dengan cuti ini jabatan dan kekuasaan harus diberikan ke pihak lain? Tidak. Jabatan Presiden kan melekat," jelas dia.

Jadi, kata Hasyim, harus dibedakan untuk soal penggunaan pesawat itu kalau yang menaiki Presiden dan tim dalam arti pejabat di istana maka boleh. Namun, yang tidak boleh tim kampanye.

"Tapi yang engga boleh kan tim kampanye, bahwa dalam kunjungan ke satu daerah. Misal waktunya dua hari, hari pertama dia urusan pemerintahan, lalu hari berikutnya dia Kampanye, ya engga masalah. Jadi supaya tidak ada penyalahgunaan fasilitas negara," tandasnya. [fad]

Komentar

x