Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 04:38 WIB

Razia Miras Diharap Tak Tunggu Ada Korban Jiwa

Jumat, 13 April 2018 | 02:11 WIB

Berita Terkait

Razia Miras Diharap Tak Tunggu Ada Korban Jiwa
(Foto: inilahcom/ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan razia terhadap minuman keras beralkohol jangan dilakukan hanya ketika muncul korban meninggal dunia tapi harus digelar secara berkala.

"Razia harus digalakkan jangan menunggu ada korban jiwa akibat minuman keras oplosan," kata Sahroni, Kamis (12/4/2018).

Menurut dia, langkah Wakapolri Komjen Syafruddin yang memerintahkan jajarannya untuk menyelesaikan secara tuntas kasus minuman keras oplosan sampai ke akar-akarnya patut diapresiasi.

"Yang menjadi catatan, bukan hanya Polri yang harus ambil bagian dalam memerangi minuman oplosan," ujar Anggota Fraksi Partai NasDem ini.

Oleh karena itu, Sahroni mengatakan pemerintah daerah sampai level bawah hingga RT harus melakukan pengawasan dan memberikan informasi terhadap peredaran minuman keras oplosan.

"Dengan peran aktif RT dan RW pemetaan terhadap minuman keras oplosan akan lebih efektif," ujarnya.

Di samping itu, Sahroni mendukung langkah Polri yang mengkaji kemungkinan dijeratnya tersangka kasus minuman keras (miras) oplosan dengan pembunuhan berencana melalui Pasal 340 KUHP.

Karena, jeratan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan terbukti tidak membuat gentar para pengoplos minuman keras yang mendistribusikan hasil karyanya ke masyarakat.

"Hukuman lebih berat patut diberikan kepada pengoplos minuman keras yang mendistribusikan ke masyarakat. Karena keuntungan semata, banyak korban jiwa melayang. Setidaknya berbagai pemberitaan di media massa menyebutkan 59 korban tewas sepanjang 2017," jelas dia.

Untuk diketahui, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berdasarkan data yang dimutakhirkan pada Rabu malam bahwa total korban miras oplosan mencapai 189 orang, terdiri atas 188 laki-laki dan seorang perempuan.

Sebanyak 38 orang di antaranya tewas. Semua korban dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Cicalengka, RSUD Ebah Majalaya, dan RS AMC Cileunyi, sejak Jumat pekan lalu.

Jawa Barat menjadi salah satu daerah merah peredaran miras oplosan. Pada Januari 2018, tercatat sembilan orang tewas akibat konsumsi minuman keras oplosan di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. [ton]

Komentar

Embed Widget
x