Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 18:11 WIB

Korupsi Kabupaten Bandung Barat

KPK Masih Dalami SKPD yang Dikumpulkan Abubakar

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Kamis, 12 April 2018 | 22:59 WIB
KPK Masih Dalami SKPD yang Dikumpulkan Abubakar
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah tidak mau menjelaskan bagaimana teknis Bupati Bandung Barat Abubakar mengumpulkan uang dari SKPD sehingga ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi menerima hadiah atau janji.

"Saya kira tidak bisa disampaikan karena itu sifatnya sangat teknis dan termasuk materi penyidikan. Pada prinsipnya, ada dugaan aliran dana yang tentu diawali dengan permintaan-permintaan atau pertemuan-pertemuan yang didiga diberikan oleh Bupati," kata Febri di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurut dia, uang tersebut diduga berasal dari sejumlah dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan jumlah yang cukup variatif sampai kemudian diamankan dan dibawa ke Jakarta oleh penyidik KPK.

"Bagaimana modus lebih teknisnya tentu bisa disampaikan, karena penyidikan kan sedang dilakukan dan masih berproses saat ini," ujarnya.

Ia mengaku mendapatkan informasi terkait jumlah dinas yang dikumpulkan oleh tersangka, namun hal tersebut masih perlu diklarifikasi dan ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik apakah ada pihak-pihak lain di dinas lain atau memang hanya lima dinas.

"Kami klarifikasi terlebih dahulu, kami harus pastikan agar kemudian bisa menjadi bagian yang kuat dari berkas perkara ini. Kemungkinan ada atau tidak dari lima itu, kami memang dapat info ada dugaan selain lima dinas, tapi perlu kami klarifikasi dan dalami dalam penyidikan ini," jelas dia.

Untuk diketahui, KPK telah melakukan penindakan terkait kasus ini dan mengamankan sejumlah orang antara lain Abubakar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adityo sebagai tersangka.

KPK menduga Abubakar meminta uang kepada sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya sebagai Bupati Bandung Barat Elin Suharliah.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Abubakar, Weti Lembanawati dan Adiyoto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, sebagai pihak yang diduga pemberi, Asep Hidayat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[jat]

Komentar

x