Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 11:41 WIB
 

Ampera Raya Buka Bangkai Century

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 12 April 2018 | 18:35 WIB
Ampera Raya Buka Bangkai Century
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Kasus bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun pernah menjadi isu paling seksi pada akhir 2009 melalui Pansus Angket Bank Century di DPR. Kini, kasus itu kembali mencuat imbas putusan pra peradilan di PN Jakarta Selatan yang berkantor di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan ini.

Putusan pra peradilan PN Jakarta Selatan No 24 pid.pra 2018 PN Jakarta Selatan atas permohonan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap KPK mengejutkan banyak pihak. Putusan tersebut secara jelas memerintahkan KPK untuk menetapkan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus korupsi untuk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bailout Century

"Memerintahkan Termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan Penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk, (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama Terdakwa Budi Mulya)," sebut bunyi putusan PN Jakarta Selatan tersebut.

Putusan tersebut juga memberi pilihan kepada KPK untuk melimpahkan perkara tersebut ke Kepolisian dan Kejaksaan agar dilakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Koripsi Jakarta Pusat. "Atau melimpahkannya kepada Kepolisian dan atau Kejaksaan untuk dilanjutkan dengan Penyelidikan, Penyidikan dan Penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," demikian bunyi putusan PN Jakarta selatan tersebut.

Sejak kasus bergulir, KPK baru memproses satu orang yakni Budi Mulya yang saat ini tengah menjalani proses hukuman selama 15 tahun penjara. MAKI sendiri telah mengajukan pra peradilan kasus Bank Century ini sebanyak enam kali sejak 2009 ke PN Jakarta Selatan. Putusan PN Jakarta Selatan yang keenam itulah yang memerintahkan agar KPK menetapkan nama-nama yang disebut dalam dakwaan terhadap Budi Mulya untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan anggota Pansus Angket Century Misbakhun mengatakan pasca-putusan PN Jakarta Selatan dituntut keberanian KPK untuk mengungkap kasus ini. Misbakhun beralasan vonis terhadap Budi Mulya dalam dakwaanya disebutkan bersama-sama sebagaimana telah disebutkan beberapa orang. "Itulah kemudian KPK diminta untuk menindaklanjuti," ujar Misbakhun di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Politsi Partai Golkar ini menyayangkan sikap KPK periode sebelumnya yang selalu menyebutkan mempelajari putusan terkait kasus Century atas putusan kasasi Budi Mulya. Begitu juga respons KPK terhadap putusan pra peradilan di PN Jakarta Selatan. "Saya gak tahu ini lembaga penindakan hukum atau lembaga pelajari putusan hukum," sindir Misbakhun.

Sementara Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pesimis KPK dapat menuntaskan kasus Century yang telah hampir 10 tahun lamanya berada di meja KPK. Menurut dia, KPK terbukti tidak bisa menuntaskan kasus skandal keuangan ini.

"Sudah terbukti kasus ini sudah hampir 10 tahun umurnya, tapi tidak dijalankan KPK. Untuk itu selayaknya Mabes Polri mengambilalih kasus ini, supaya dapat terlihat lebih terang," sebut Fahri dalam keterangan tertulisnya.

Komisioner KPK Saut Situmorang menyebutkan institusinya tanpa ada putusan pra peradilan di PN Jakarta Selatan tetap bergerak untuk menuntaskan perkara tersebut. "Jadi diminta atau tidak diminta sebenarnya KPK tetap," klaim Saut di Kantor KPK.

Putusan pra peradilan PN Jakarta Selatan ibarat kunci pembuka misteri kasus Century yang hampir 10 tahun lamanya ditangani KPK. Namun hingga saat ini, KPK tidak berbuat banyak untuk menuntaskan kasus skandal keuangan negara ini. PN Jakarta Selatan tak ubahnya membuka kembali bangkai Century yang hampir 10 tahun lamanya berproses. [*]

Komentar

x