Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 April 2018 | 03:18 WIB
 

Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Polri: Kami Bukan Dukun Tebak Oknum Jenderal

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Kamis, 12 April 2018 | 15:09 WIB
Polri: Kami Bukan Dukun Tebak Oknum Jenderal
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Novel Baswedan mengaku sudah melaporkan oknum Jenderal kepada Komnas HAM dan kepolisian yang disebut terlibat dalam teror air keras yang menimpanya. Namun Polri belum mau menanggapi hal itu.

"Saya belum liat BAP-nya. Ya kalau dia memang (sebut oknum Jenderal) itu ya harus dipertanggung jawabkan karena memang tidak bisa sembarangan kan nyebut orang," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Setyo meminta Novel untuk membuka nama oknum jenderal tersebut. Menurut Setyo, jika Novel tak membuka nama maka Polri juga tak bisa asal untuk menuduh seseorang.

"Darimana kita (tahu oknum Jenderal), wong orangnya nggak mau ngomong kok kita bisa tau. Kita bukan dukun," kata Setyo.

Novel Baswedan mengalami teror penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan ibadah salat subuh di masjid di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dari belakang Novel, muncul dua orang mengendarai sepeda motor matic menyiramkan air keras ke arah muka Novel dari gelas melamin. Novel pun mengalami luka di kedua mata sehingga harus dirawat di Singapura. Kini Novel sudah kembali ke Indonesia setelah dirawat selama 10 bulan di Singapura.

Novel Baswedan mengaku telah melaporkan sosok jenderal itu tidak hanya ke kepolisian, tapi juga ke Komnas HAM.

"Saya melaporkan tidak hanya ke kepolisian, saya juga melapor ke Komnas HAM. Saya kira itu yang ingin saya sampaikan," kata Novel di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Novel enggan menyebut siapa nama jenderal yang diduganya terlibat di balik aksi teror air keras setahun lalu itu. Ia juga tak menjelaskan apakah polisi dan Komnas HAM sudah mengantongi nama pelaku teror terhadapnya.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x