Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 06:42 WIB
 

Bawaslu Pamekasan Awasi Akun Medsos Terdaftar

Oleh : - | Kamis, 12 April 2018 | 12:46 WIB
Bawaslu Pamekasan Awasi Akun Medsos Terdaftar
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Pamekasan - Bawaslu Pamekasan memastikan tidak memiliki wewenang mengawasi kampanye hitam (black campaign) yang beredar di berbagai jejaring media sosial (medsos), sekalipun dinilai sangat merugikan pasangan calon (paslon) tertentu.

Sebab selama ini bertebaran berbagai hal yang dinilai melanggar kesepakatan damai, khususnya dalam proses kampanye damai. Baik yang ditujukan bagi pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) maupun KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah), termasuk juga tim pemenangan ataupun simpatisam kedua paslon.

Apalagi kedua paslon maupun tim pendukung juga mengklaim sama-sama dirugikan dengan maraknya black campaign yang beredar di berbagai jejaring medsos. Apalagi kondisi tersebut juga menjadi bumbu negatif dalam momentum pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten yang akan digelar di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

"Berdasar regulasi kami hanya memiliki kewenangan mengawasi atau memantau medsos yang didaftarkan pasangan calon ke KPU Pamekasan, sementara akun medsos di luar yang didaftarkan bukan tanggungjawab kami. Jadi fokus kita hanya mengawasi akun yang didaftarkan ke KPU," kata Ketua Bawaslu Pamekasan Abdullah Saidi, Kamis (12/4/2018).

Memang selama ini terdapat banyak konten medsos yang memojokkan salah satu paslon tertentu dalam pelaksanaan pilkada serentak yang dijadwalkan akan digelar Rabu (27/6/2018) mendatang. Sehingga kondisi tersebut semestinya menjadi atensi tersendiri dari Bawaslu, khususnya dalam tahapan masa kampanye.

"Memang tugas kami mengawasi berbagai jenis pelanggaran yang terjadi selama pelaksanaan tahapan pilkada serentak, tidak terkecuali yang berhubungan dengan pelaksanaan kampanye. Tapi untuk persoalan black campaign di medsos kami hanya fokus pada akun yang terdaftar di KPU, di luar itu bukan tanggungjawab kami," tegasnya.

Namun pihaknya juga sudah menginstruksikan Bawaslu tingkat kecamatan hingga desa untuk bersama-sama mengawasi peredaran black campaign, khususnya di jejaring medsos.

"Soal itu sebenarnya sudah kami minta Bawaslu kecamatan hingga desa untuk memplototi beredarnya black campaign di medsos, apalagi dalam hal ini kami juga sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian," pungkasnya. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x