Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 11:44 WIB
 

Implikasi Pencapresan Prabowo Subianto

Oleh : R Ferdian Andi R | Kamis, 12 April 2018 | 01:13 WIB
Implikasi Pencapresan Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto - (Foto: inilahcom)

INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Hambalang, Bogor Jawa Barat, Rabu (11/4/2018) resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019 mendatang. Apakah ini semakin membuat jelas peta pilpres 2019 mendatang?

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dihadiri seluruh pimpinan DPD Partai Gerindra di 34 Provinsi, 529 Ketua DPC, serta 2.785 anggota DPRD Kabupaten/Kota serta 73 anggota DPR RI memberikan mandat kepada Prabowo Subianto untuk maju Pilpres. "Partai Gerindra secara resmi mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani

Pemberian mandat sebagai capres Partai Gerindra ini secara otomatis menghentikan polemik soal apakah Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang maju sebagai capres atau sekadar menjadi king maker dengan mencalonkan figur di luar Prabowo Subianto. Mandat ini juga menghentikan spekulasi yang beredar soal kegamangan di internal Partai Gerindra.

Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menegaskan dirinya siap menjalankan mandat dari Partai Gerindra untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. "Seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut," tegas Prabowo.

Pemberian mandat Partai Gerindra ke Prabowo Subianto ini satu sisi memperjelas soal langkah politik Partai Gerindra. Namun, secara politis pemberian mandat ini tidak menjamin Pilpres 2019 mendatang Prabowo maju. Setidaknya, realitas politik hingga empat bulan ke depan cukup menentukan apakah mandat Gerindra tersebut akan digunakan oleh Prabowo Subianto atau tidak.

Setidaknya, selagi pendaftaran capres/cawapres belum dilakukan di KPU, berbagai kemungkinan dapat terjadi, termasuk posisi Prabowo Subianto bisa saja dari capres menjadi posisi king maker. Pertimbangan elektabilitas menjadi faktor penting bagi Prabowo untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Komentar

x