Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 14:00 WIB
 

Sidang First Travel

PPATK Ungkap Modus TPPU di Sidang First Travel

Oleh : Ivan Setyadi | Rabu, 11 April 2018 | 17:01 WIB
PPATK Ungkap Modus TPPU di Sidang First Travel

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Kelompok Advokasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Novian, memaparkan ciri-ciri pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menyamarkan hartanya.

Pertama, pelaku TPPU sengaja menyamarkan harta kekayaan yang berasal dari tindak pidana.

"Sepanjang perbuatan tersebut bertujuan menyembunyikan dan menyamarkan asal usul harta kekayaan yang dia ketahui atau patut diduga hasil tindak kejahatan penggelapan," ujar Novian dalam sidang perkara First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (11/4/2018).

Modusnya, biasanya menggunakan instrumen perbankan untuk menyembunyikan aset, seperti rekening perusahaan.

Selanjutnya dana hasil kejahatan ditampung di rekening perusahaan, kemudian dialihkan ke rekening lain milik pelaku.

"Itu mencerminkan sikap batin pelaku agar uang tersebut seolah-olah berasal dari bisnis yang sah sehingga ia gunakan rekening perusahaan tersebut untuk menampung hasil penipuan," ungkapnya.

Dengan menggunakan rekening perusahaan, maka kecil kemungkinan pihak bank curiga karena dianggap sebagai aktivitas bisnis biasa.

Sebaliknya, jika pelaku menggunakan rekening pribadi untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar dan intens, akan dicurigai pihak bank maupun PPATK.

Selain itu, ada pula modus dengan mencampur uang sah dengan uang hasil tindak pidana. Hal ini untuk menyamarkan agar pihak perbankan sulit menemukan harta hasil kejahatan. Bisa juga dengan menarik uang di rekening dengan jumlah tertentu dan melakukan transaksi secara tunai.

Melakukan transaksi tunai akan memutus mata rantai transaksi di rekening. Tujuannya agar aktivitasnya sulit ditelusuri sehingga asal usul harta tidak ketahuan dari hasil kejahatan. Padahal, bagi pebisnis, penarikan tunai berisiko.

"Untuk pebisnis bukan hal yang favorit. Mending transfer. Kalo tarik tunai pencatatan bisnis akan sulit. Belum lagi risiko dicopet," bebernya.

Dalam dakwaan, jaksa penuntut umum menyebut uang yang ditampung di rekening PT First Anugerah Karya Wisata dialirkan ke sejumlah rekening lain, termasuk rekening para terdakwa yakni Direktur Utama First Travel Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Hasibuan, dan Kepala Divisi Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki.

Selain itu, tercatat beberapa pembayaran yang dikeluarkan rekening itu untuk kepentingan di luar umrah. Beberapa di antaranya yakni pembelian mobil, transfer untuk acara Hello Indonesia di London, hingga jalan-jalan keliling Eropa.

Sebanyak 63.310 anggota calon jemaah yang hendak menggunakan jasa First Travel dengan total dana Rp 905 miliar 'disulap' ketiganya untuk kepentingan pribadi dan menguntungkan orang lain.[jat]

Komentar

x