Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 04:54 WIB

Ketum Parpol Gede Rasa Jadi Cawapres Jokowi

Oleh : R Ferdian Andi R | Rabu, 11 April 2018 | 16:11 WIB

Berita Terkait

Ketum Parpol Gede Rasa Jadi Cawapres Jokowi
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah pimpinan partai politik koalisi Joko Widodo berlomba-lomba memasarkan diri layak sebagai Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 mendatang. Kepercayaan diri sejumlah pimpinan parpol tersebut tentu bukan tanpa sebab.

Sejumlah pimpinan partai politik tampak percaya diri untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Uniknya, posisi Wakil Presiden yang diincar, bukan posisi presiden. Sejumlah Ketua Umum yang mulai memosisikan diri sebagai cawapres cukup beragam mulai dari yang vulgar hingga yang malu-malu.

Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar menduduki figur yang paling getol memasarkan diri sebagai Cawapres. Sejak pekan lalu, Muhaimin mendirikan posko C1NTA, Cak Imin untuk Indonesia, posko yang dibuat relawan untuk mendorongnya sebagai cawapres. Bahkan lebih dari itu, Muhaimin belum lama ini juga meresmikan relawan JOIN, yang merukpakan akronim dari Jokowi-Muhaimin.

Secara terbuka Muhaimin Iskandar mendeklarasikan relawan JOIN untuk mengusung Jokowi-Muhaimin. "Saya nyatakan PKB pada Pilpres 2019 mendatang akan mengusung pasangan Pak Jokowi dan Muhaimin Iskandar disebut pasangan JOIN," tegas Muhaimin, Selasa (10/4/2018).

Selain Muhaimin, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy juga lamat-lamat namanya mencuat sebagai cawapres. Meski tak pernah secara resmi deklarasi sebagai Cawapres, Romahurmuziy giat bergerilya terjun ke daerah, khususnya ke kampus-kampus perguruan tinggi Islam.

Selain itu, baliho bergambar foto diri Rommy dengan bertuliskan Gus Rommy tersebar ke sejumlah daerah di Indonesia. Rommy juga tampak giat masuk ke komunitas generasi milineal, salah satunya dengan cara bermain musik. Belakangan Rommy juga mengubah penampilannya dengan mengalungkan sorban berwarna hijau.

Selain kedua Ketua Umum partai politik itu, nama Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar juga disuarakan sebagian kader Partai Golkar untuk mendampingi Jokowi. Airlangga yang juga menjadi Menteri Perindustrian di Kabinet Jokowi ini juga disebut sebagai politisi yang memiliki chemistry dengan Jokowi.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga mencuat namanya untuk didorong sebagai Cawapres, meski keputusan PAN secara resmi akan dimunculkan saat rapat kerja nasional (Rakernas). "Saya siap apapun perintah partai," ucap Zulkfili diplomatis terkait dengan kontestasi Pilpres.

Munculnya sejumlah pimpinan partai politik untuk maju menjadi Cawapres Jokowi ini makin menaikkan tensi proses politik menjelang Pilpres. Namun, jika dilihat sejumlah tokoh yang sejak pagi-pagi mendeklarasikan diri sebagai cawapres Jokowi ini tampak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Padahal, proses politik masih cukup dinamis berlangsung ke depan.

Di atas semua itu, sejumlah tokoh yang berkeinginan menjadi cawapres Jokowi itu, di saat bersamaan memastikan perahu politik yang dimilikinya mendukung Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Komentar

Embed Widget
x