Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:47 WIB

Data Bukti Korupsi Century Sudah Dipegang KPK

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 11 April 2018 | 05:11 WIB

Berita Terkait

Data Bukti Korupsi Century Sudah Dipegang KPK
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Pansus Angket Century di DPR sudah menyerahkan seluruh hasil temuan mereka terkait korupsi Century kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan adanya putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kasus Century semakin terang benderang.

"Kalau menurut saya, baca aja, kita udah menyerahkan semua bukti nama itu ke KPK, kita bawa kok rombongan pada waktu itu. Kita bawa semua, nama-nama itu tercantun semua, dari Bank Indonesianya siapa, terus dari KSSK siapa, itu kan banyak, beranekaragam tindak pidana yang dilakukan, pidana perbankan yang merubah surat Gubernur Bank Indonesia sedemikian rupa, cuma sayangnya tidak tuntas diusut itu," kata mantan anggota Pansus Angket Century, Ahmad Yani kepada INILAHCOM, Selasa (10/4/2018).

Mantan anggota Komisi III DPR itu menambahkan, kali ini KPK harus betul-betul serius mengusut bailout Century yang telah merugikan negara Rp6,7 triliun.

"Kalau udah keputusan ini, ini kan perintah pengadilan, harus dilaksanakan," ujarnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui putusan Praperadilan memerintahkan KPK untuk menetapkan tersangka baru kasus Century. Hakim Effendi Mukhtar memerintahkan KPK menetapkan tersangka kepada Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan Budi Mulya.

Adapun didalam surat dakwaan, Budi Mulya didakwa bersama-sama Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Chalimah Fadjrijah Deputi Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, Alm Budi Rochadi Deputi Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan dan Robert Tantular serta Hermanus Hasan Muslim dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century.

Budi Mulya sendiri divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan. Namun di tingkat kasasi, Budi Mulya divonis 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). [ton]

Komentar

Embed Widget
x