Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:40 WIB

Boediono Diusulkan Tersangka Sudah Sejak Dulu

Oleh : Fadhly Zikry | Rabu, 11 April 2018 | 04:10 WIB

Berita Terkait

Boediono Diusulkan Tersangka Sudah Sejak Dulu
Mantan Wakil Presiden Boediono - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nama mantan Wakil Presiden Boediono sudah diusulkan sejak dulu menjadi tersangka oleh Pansus Angket Century kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Boediono dan pejabat Bank Indonesia lainnya dinilai sudah terbukti melakukan kesalahan dalam melakukan bailout bank Century.

"Sebenarnya kalau kita lihat dari hasil tim angket Century terus ditindaklanjuti dengan timwas, itu sudah merekomendasi cukup banyak nama-nama yang harus bertanggung jawab atas pengucuran kredit terhadap bank Century itu yang sebesar Rp6.7 triliun," kata Ahmad Yani, mantan anggota tim 9 Century kepada INILAHCOM, Selasa (10/4/2018).

Ahmad Yani yang juga merupakan mantan anggota pansus angket Century ini menambahkan, dirinya bersama Pansus Angket Century waktu itu sudah menemukan bukti-bukti, pihak mana saja yang terlibat dalam bailout Century.

"Dari Bank Indonesia itu Pak Boediono ini, kita ada kok rekaman-rekamannya siapa yang hubungannya, banyak kok namanya, karena terungkap semua, siapa yang getol bailout bank Century itu," tuturnya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui putusan Praperadilan memerintahkan KPK untuk menetapkan tersangka baru kasus Century. Hakim Effendi Mukhtar memerintahkan KPK menetapkan tersangka kepada Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan Budi Mulya.

Adapun didalam surat dakwaan, Budi Mulya didakwa bersama-sama Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI, Siti Chalimah Fadjrijah Deputi Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, Alm Budi Rochadi Deputi Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan dan Robert Tantular serta Hermanus Hasan Muslim dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century.

Budi Mulya sendiri divonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 5 bulan kurungan. Namun di tingkat kasasi, Budi Mulya divonis 15 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA). [ton]

Komentar

Embed Widget
x