Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Oktober 2018 | 22:33 WIB

Polri Selidiki NIK Dipakai Registrasi Jutaan Kali

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 10 April 2018 | 16:06 WIB

Berita Terkait

Polri Selidiki NIK Dipakai Registrasi Jutaan Kali
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Penyalahgunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat registrasi kartu prabayar kembali terjadi.

Satu NIK diketahui dipakai untuk mendaftar 2 juta nomor ponsel seluler prabayar. Kejadian ini tercatat terjadi di semua operator seluler.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya akan menelusuri dan mendalami hal tersebut.

"Kami sedang telusuri dan dalami. Nanti kami rilis kalau hasilnya sudah ada," kata Setyo di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Setyo mengaku akan menyelidiki lebih dalam apakah ada unsur pidana dalam penyalahgunaan NIK tersebut. Jika nanti dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana maka pihak kepolisian akan memprosesnya.

"Nanti kami lihat apakah memasuki unsur pidana atau tidak. Kalau masuk akan kami proses," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dalam rapat dengar pendapat di DPR RI mengungkap data adanya sebuah nomor pelanggan Indosat memakai satu NIK hingga 2.221.656 kali.

Angka itu tercatat paling banyak. Dua nomor Indosat lain juga diketahui memakai sebuah NIK masing-masing hingga 1,6 juta dan 1,8 juta kali.

"Kalau jumlah (NIK) enggak hapal, itu hanya mengambil tiga contoh yang besar-besar," ucap Direktur Jenderal Dukcapil Zudan Arif Zakhrulloh di Jakarta, Senin (9/4).

Keganjilan ini terjadi hampir di semua operator. Di Telkomsel ada tiga NIK yang masing-masing dipakai ratusan ribu kali. XL pun demikian. Hanya di Hutchison 3 dan Smartfren yang hitungannya 'hanya' berkisar puluhan ribu nomor seluler.

Sejatinya untuk registrasi nomor prabayar secara mandiri hanya dibatasi paling banyak untuk tiga nomor saja. Jika lebih, pelanggan seluler diharuskan mendatangi gerai resmi operator untuk mendaftarkan nomor mereka.

Kendati demikian, satu NIK dipakai hingga jutaan nomor menimbulkan kecurigaan.

Namun data ditemukan dalam forum panja tadi menunjukkan ada anomali dalam proses registrasi. Hanafi Rais dari Komisi I DPR curiga jutaan nomor yang diregistrasi dengan satu NIK itu berasal dari aksi korporasi.

"Aksi korporasi itu artinya lembaga, by design, sistemik, bahwa registrasi yang massal yang jelas-jelas menyalahi peraturan tidak mungkin dilakukan oleh perorangan, pasti lembaga, di sini korporasi," ujar Hanafi.

Hanafi secara pribadi menganggap temuan tadi sebagai skandal. Ia dan sejumlah koleganya menduga registrasi massal dengan satu NIK itu tak lepas dari upaya operator menyelamatkan nomor yang kadung sudah diproduksi dan terkena dampak registrasi prabayar.[jat]

Komentar

Embed Widget
x