Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 16:50 WIB

Komisi III DPR Akan Dalami Pernyataan Aris Budiman

Oleh : Agus Iriawan | Selasa, 10 April 2018 | 12:57 WIB
Komisi III DPR Akan Dalami Pernyataan Aris Budiman
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani mengatakan pihaknya akan mendalami pernyataan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Aris Budiman yang dianggap sebagai musuh dalam selimut ( kuda troya) oleh oknum di internal KPK.

Arsul menyebutkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR akan memanggil pimpinan KPK dan Aris Budiman.

"Kami (Komisi III DPR ) akan mendalami soal pernyataan Aris Budiman, melalui RDP dengan pimpinan KPK dan melalui Panja penegakan hukum yang akan kita aktifkan kembali ," kata Arsul saat dihubungi INILAHCOM, Selasa (10/4/2018).

Asrul juga akan meminta keterangan secara lengkap dari Dirdik KPK tersebut dan membeberkan bukti yang ada dari Aris.

Dia berharap Aris mau menyampaikan semua isu tersebut di Komisi III atau Panja dengan lengkap dan jelas. Harus dengan bukti-bukti sehingga bisa didalami lebih lanjut dan bisa memanggil personal - personal yang ada di KPK atau institusi lainnya.

Ia menambahkan meskipun belum secara resmi membahas hal tersebut, tetapi komunikasi di internal anggota telah terjalin dan Komisi III akan melakukan proses berlandaskan hukum dengan benar.

"Kalau secara formal belum ada komunikasi, tapi dalam internal telah terjalin komunikasinya antara para anggota Komisi III DPR," jelasnya.

Menurut dia, semua fraksi di Komisi III DPR tidak keberatan dengan didalami pernyataan Aris dengan investigasi untuk memastikan KPK melakukan due proces of law dengan benar," ucapnya.

Sebelumnya Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman mengaku kecewa dengan sejumlah pihak di internal KPK.

Aris kesal karena dirinya dianggap sebagai musuh dalam selimut ( kuda troya) di internal KPK.

"Jadi di internal KPK seolah - olah saya seperti kuda troya, jadi saya tegaskan kalau saya sebagai kuda troya bagi oknum - oknum yang memanfaatkan kebersihan KPK, demi kepentingan pribadi," kata Aris dengan nada kesal di Gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).

Dia menjelaskan soal pengajuan nama seorang mantan penyidik KPK agar bekerja kembali di KPK. Karena orang tersebut sudah masuk ke Polri.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan mencari tahu pernyataan yang disebut Aris.

"Kalau soal email itu proses di KPK dan wajar, saling mengirimkan dan menjawab, tapi saya tidak tahu seperti apa yang dimaksud Aris," kata Febri di Gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).

Febri mengungkap adanya perbedaan pendapat dalam penanganan perkara tersebut merupakan hal yang wajar karena ada bukti yang harus diuji berkali-kali. [rok]

Tags

Komentar

x