Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 13:11 WIB
 

Komplotan Perampok Menyaru sebagai Petugas PDAM

Oleh : - | Senin, 9 April 2018 | 22:11 WIB
Komplotan Perampok Menyaru sebagai Petugas PDAM
(Foto: Beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Polrestabes Surabaya menangkap empat pembobol rumah mewah di Surabaya dengan cara menambak kaki para pelaku untuk memberikan efek jera.

Para pelaku diantaranya Anton Saputra (48), Andri Syahrial (25), Arham Djaelani (40) ketiganya asal Makasar, Sulawesi Selatan dan satu pelaku asal Sidoarjo yakni Arifin Daeng Nassa (59).

Polisi terpaksa membuat kaki keempat pelaku spesialis pembobol rumah mewah di Surabaya, harus dibalut dengan perban putih. Sebab waktu dilakukan penangkapan masih nekat berusaha kabur, serta tidak menggubris tembakan peringatan akhirnya anggota bertindak tegas dengan melumpuhkan kakinya.

"Jadi ketika anggota jatanras mengintai perumahan di Jalan Mulyosari, mendapatkan pelaku yang sedang beraksi, karena berusaha kabur akkhrinya ditembak pada arah kakinya," kata AKBP Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Senin (9/4/2018).

Dalam aksi kejahatan keempat pelaku ini, modusnya adalah dengan cara menyaru sebagai petugas PDMA. Ketika akan beraksi para pelaku ini selalu berboncengan dengan menggunakan dua uit motor untuk mencari rumah yang menjadi target.

"Pelaku ini mencari target selalu acak atau tidak tentu," lanjutnya.

Sementara empat pelaku ini dalam pembobolan rumah mewah dengan menyaru sebagai petugas PDAM dan PLN, kebanyakan berjalan mulus. Sebab aksinya selalu dimulai pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sebab jam segitu majikan tidak ada, yang ada hanya pembantu," paparnya.

Dari sinilah pelaku bisa melancarkan aksinya dengan berpura-pura kalau meteran air atau meteran listrik sedang ada masalah dan harus dilakukan perbaikan. Ketika bisa masuk dalam rumah, empat pelaku ini langsung menjalankan perannya masing-masing.

"Perannya ada yang jaga situasi, menguras harta dan mengalihkan perhatian," jelaskan perwira dua melati di pundaknya.

Aksi dari Arifin cs ini ternyata sudah tercatat lima kali sejak bulan 2016, hasil dari kejahatann yang diperoleh pelaku mencapai 1 Miliar. "Pokoknya pembagian saya mendapatkan bagian antara Rp 10-20 juta," aku Arifin sambil merintih menahan sakit pada kakinya. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x