Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 02:28 WIB
 

Di Balik Maju Mundur Prabowo Capres 2019

Oleh : R Ferdian Andi R | Selasa, 10 April 2018 | 01:09 WIB
Di Balik Maju Mundur Prabowo Capres 2019
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga saat ini belum ada kejelasan apakah maju dalam Pilpres 2019 mendatang atau tidak. Meski, di lingkar dalam Prabowo memastikan akan maju dalam Pilpres 2019. Prabowo belajar dari dua kekalahan Pemilu 2009 dan Pemilu 2014.

Maju mundur pengumuman pencapresan Prabowo Subianto kian hari kian konsisten. Mulanya disebut akan dideklarasikan awal April ini. Namun, rencana tersebut gagal. Presiden PKS Sohibul Iman pertama kali yang menyebutkan deklarasi Prabowo sebagai Capres dilakukan pada 11 April 2018 mendatang.

"Tadinya 28 maret, kemudian diundur ke awal April sekitar tanggal 3 April, tapi diundur lagi. Komunikasi terakhir mereka mengatakan 11 April beliau akan mendeklarasikan," kata Kang Iman, demikian ia kerap disapa, pada akhir pekan lalu.

Maju mundur deklrasi Prabowo Subianto sebagai Capres 2019 ini berbeda jauh dengan kondisi politik saat menjelang Pemilu 2009 maupun Pemilu 2014 lalu. Jauh-jauh hari, Prabowo memastikan dirinya maju dalam Pilpres. Perubahan jadwal deklrasi itu tak ubahnya mencerminkan keinginan politik yang maju mundur di Prabowo Subianto.

Perubahan jadwal deklarasi ini akhirnya menimbulkan spekulasi di publik. Salah satu spekulasi yang mencuat soal tidak satu suaranya di internal Partai Gerindra antara Prabowo maju sebagai capres 2019 atau sekadar menjadi king maker dalam Pemilu 2019 mendatang.

Namun, buru-buru spekulasi ini dibantah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon Menurut dia, di internal Partai Gerindra seluruh kader solid mendukung Prabowo Subianto maju dalam Pilpres 2019 mendatang. "Semua kader Gerindra mendukung Prabowo maju sebagai capres di Pilpres 2019, tidak ada yang terbelah dan tidak ada yang berpendapat Prabowo menjadi 'king maker'," tegas Fadli di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (9/4/2018).

Menurut Fadli dalam pencapresan ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Ia memastikan tidak ada sedikitpun keraguan dalam diri Prabowo untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. "100% siap, tidak ada rasa galau," sebut Fadli.

Sumber INILAH.COM di internal Partai Gerindra mengungkapkan soal maju mundurnya Prabowo maju dalam Pilpres 2019 mendatag. Sumber tersebut menyebutkan kader menghendaki Prabowo maju dalam Pilpres 2019 mendatang. "Kepentingan kader ya agar terdongkrak dalam Pileg 2019 mendatang. Prabowo menjadi ikon bagi Gerindra," sebut sumber tersebut.

Selain faktor internal Partai Gerindra, realitas eksternal di lapangan juga harus menjadi catatan penting Partai Gerindra. Setidaknya elektabilitas Prabowo hingga kini tak melonjak tajam. Meski keterpilihan Prabowo di peringkat kedua, namun pautan dengan Jokowi cukup jauh. Sepertinya, jika melihat realitas tersebut momentum Prabowo untuk Pemilu 2019 bisa berakhir.

Komentar

x