Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 11:46 WIB
 

Saksi: Novanto Sebut Mau ke MetroTV

Oleh : Agus Irawan | Senin, 9 April 2018 | 16:36 WIB
Saksi: Novanto Sebut Mau ke MetroTV
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dokter ahli syaraf RS Medika Permata Hijau (RSMPH), Nadia Husein mengatakan Setya Novanto sempat ingat kejadian kecelakaan mobil yang terjadi di kawasan Permata Hijau.

"Saya lalu menanyakan soal kejadian yang menimpa Pak Setya Novanto. Apakah bapak masih ingat kejadian dari mana mau kemana?, dan bapak posisi duduk dimana?," Pak Novanto menjawab dia ingat kalau dirinya sempat pingsan," kata Nadia saat bersaksi untuk dokter Bimanesh di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Hakim Ketua Mahfudin menanyakan tujuan Novanto saat sebelum kecelakaan terjadi. "Memang Pak Novanto mau kemana?," tanya hakim.

"Tujuannya mau ke Metro TV dan ke KPK, saat kejadian sempat pingsan, Pak Novanto mengeluhkan kepala pusing," jawab Nadia.

Nadia melakukan pemeriksaan setelah bertemu dengan dokter Bimanesh, kemudian dokter Bimamesh memberitahukan bahwa pasien bernama Novanto memiliki riwayat pingsan dan trauma kepala.

Selain itu, Nadia mengaku dirinya mendapatkan tugas untuk menangani Novanto setelah dirinya mendapatkan informasi dari grup Whatsapp rumah sakit. Sebab Nadia merupakan dokter spesialis yaraf di RSMPH.

"Dokter Bimanesh membolehkan saya untuk periksa Pak Novanto, usai diperiksa, saya kesimpulkan dari waktu itu ada riwayat trauma kepala dan pingsan serta kepala pusing, sehingga diagnosis cedera kepala ringan atau vertigo," ucapnya.

Nadia menjelaskan ketika dirawat, Novanto hanya mengalami luka di tubuh yaitu bagian leher dan tangan, tetapi tidak ada benjolan seperti bakpao di kepala Novanto.

"Hanya ada perban di bagian kepala, luka di tangan kanan dan luka di leher," ujarnya.

Sebelumnya, diketahui, dalam diagnosis sebelumnya hanya ada tercantum penyakit hipertensi,vertigo dan diabetes melitus.

Sementara itu, dokter Bimanesh Sutardjo didakwa bersama Fredrich Yunadi telah merintangi penyidikan KPK terkait Setya Novanto dalam dugaan kasus korupsi e-KTP.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x