Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:20 WIB

IDI Anggap Pemecatan Terawan Sengaja Dibocorkan

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 9 April 2018 | 15:45 WIB

Berita Terkait

IDI Anggap Pemecatan Terawan Sengaja Dibocorkan
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan, surat keputusan Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) bersifat rahasia dan internal.

Ia lantas menduga ada unsur kesengajaan terkait tersebarnya surat putusan MKEK mengenai rekomendasi pemberian sanksi terhadap Kepala Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Mayjen Dokter Terawan Agus Putranto.

"Ini adalah unsur kesengajaan. Kalau disimak dengan baik, kenapa bisa bocor kalau tidak ada suatu tendensi," katanya di Sekretariat PB IDI di Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Ia bahkan menilai bocornya surat putusan MKEK tersebut berkaitan dengan kepentingan-kepentingan tertentu. Mulai dari memecah soliditas IDI hingga persaingan bisnis dan politik.

"Ini tindakan yang diharapkan akan mempunyai dampak politis secara nasional. Contohnya, saya mengatakan dengan adanya kebocoran ini kami berhadapan dan dihadapkan dengan Angkatan Darat," ulasnya.

Padahal, lanjut Marsis, pihaknya baru saja meneken nota kerja sama bersama TNI Angkatan Darat pada beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia menuytakan pihaknya akan melakukan penelusuran terkait bocornya surat itu.

"Kita akan melacak bersama dengan badan intelejen untuk mebcari tahu siapa yang membocorkan. Tentunya kita tidak berhenti di belakang saja tapi kita akan bergerak siapa yang menjadi otak dari rencana ini," tegas Marsis.

Diberitakan sebelumnya, surat putusan MKEK terkait Dokter Terwan beredar. Dalam surat yang beredar, berisi pemecatan sementara terhadap Dokter Terawan sebagai anggota IDI berlaku selama 12 bulan, yaitu 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Selain diberhentikan sementara, rekomendasi izin praktik Terawan juga dicabut.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

"Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah doker," katanya.

Meski demikian, metode dr Terawan diakui memiliki hasil positif. Pujian datang dari sejumlah nama besar yang mengaku pernah diobati Dokter Terawan. Salah satunya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Melalui akun Instagram-nya ARB mengatakan, metode "cuci otak" oleh dokter Terawan telah mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang dari penyakit stroke.

"Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan," tulis Aburizal di akun Instagram-nya @aburizalbakrie.id.

Di sisi lain, terapi "cuci otak" dinilai belum melalui uji klinik dan belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mengobati stroke.

Diketahui, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto. selama ini diketahui sebagai orang yang mengenalkan metode "cuci otak" untuk mengatasi penyakit stroke.

Terapi "cuci otak" dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Namun, metode "cuci otak" yang dikenalkan Terawan menuai pro kontra. [rok]

Komentar

Embed Widget
x