Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:45 WIB

Kemenag Pastikan Pegang Bukti Soal First Travel

Oleh : Ivan Setyadi | Senin, 9 April 2018 | 15:28 WIB

Berita Terkait

Kemenag Pastikan Pegang Bukti Soal First Travel
Terdakwa kasus dugaan penipuan First Travel, Annisa Hasibuan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Depok - Terdakwa kasus dugaan penipuan First Travel, Annisa Hasibuan sempat menyinggung soal pencabutan izin perusahaannya oleh Kementerian Agama pada 1 Agustus 2017.

Padahal saat itu, First Travel tengah bersepakat dengan stakeholder lain akan memberangkatkan jamaah setelah musim haji.

"Dua minggu setelah surat perjanjian izin kami dicabut, kapan tepatnya kami gagal memberangkatkan jamaah?," tanya Annisa kepada saksi Arfi Hatim, mantan Kasubdit Bina Umroh Kemenag dalam sidang lanjutan di Pengadilan Depok, Senin (9/4/2018).

Majelis Hakim yang mendengar pertanyaan Annisa, kemudian melanjutkan pertanyaan tersebut dengan menanyakan ada tidaknya bukti Kemenag bahwa First Travel gagal memberangkatkan jamaah pergi umroh.

"Ada bukti pak?," kata Ketua Majelis Hakim Subando.

Dengan tegas, Alfi menjawab bahwa pihaknya mempunyai bukti kuat gagalnya First Travel memberangkatkan jamaah.

"Ada. Sejak ada laporan jamaah yang awalnya dijanjikan berangkat tanggal sekian hingga izin dicabut tak jadi berangkat itu sudah cukup bagi kami," bebernya.

Karena satu jamaah saja gagal berangkat umroh, izin usaha Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) sudah bisa dicabut.

Sebelum keluar pencabutan izin First Travel, Kemenag sudah beberapa kali kedatangan jamaah First Travel yang mengadukan nasibnya lantaran tak kunjung diberangkatkan.

Seperti diketahui skandal biro perjalanan umrah First Travel ini menetapkan tiga bos First Travel sebagai aktor utamanya. Mereka adalah pasangan suami istri (pasutri) Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, yang menjabat Direktur Utama First Travel dan Direktur First Travel, serta adik Anniesa yakni Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, yang menjabat Komisaris Utama Kepala Divisi Keuangan First Travel.

Ketiganya didakwa dan dijerat pasal penipuan, penggelapan dana, serta tindak pidana pencucian uang, yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara. Karena perbuatan mereka diketahui sebanyak 63.310 calon jemaah umrah First Travel dari seluruh Indonesia.[jat]

Komentar

Embed Widget
x