Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 April 2018 | 03:17 WIB
 

PB IDI Tunda Pemecatan Dokter Terawan

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 9 April 2018 | 14:51 WIB
PB IDI Tunda Pemecatan Dokter Terawan
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (IDI) Prof DR Ilham Oetama Marsis mengatakan pihaknya telah melaksanakan rapat Majelis Pimpinan Pusat untuk membahas polemik mengenai metode pengobatan dokter Terawan Agus Putranto, sesuai AD/ART IDI.

"Menindaklanjuti hal ini, berdasarkan Anggaran Dasar IDI Pasal 17 butir 4 dan Anggaran Rumah Tangga IDI Pasal 18 ayat (1) butir c yang memberikan kewenangan kepada Ketua Umum PB IDI, maka dIlaksanakan rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) pada tanggal 8 April 2018 yang dIhadiri oleh seluruh unsur pimpinan pusat yaitu Ketua Umum PB IDI, Ketua MKEK, Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), dan MaIeIIs Pengembangan Pelayanan Kedokteran (MPPK). Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu," paparnya di Sekretariat PB IDI di Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Untuk itu, PB IDI menegaskan saat ini Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto masih berstatus sebagai anggota IDI.

"Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dr Teraqan masih berstatus sebagai anggota IDI. Selain itu, MPP merekomendasikan penilaIan terhadap tindakan terapi dengan metode BSA atau Brain Wash dilakukan oleh Tim Health Technology Assessment (HTA) Kementerian Kesehatan RI," jelasnya.

Sebelumnya, surat putusan MKEK terkait Dokter Terwan beredar. Dalam surat yang beredar, berisi pemecatan sementara terhadap Dokter Terawan sebagai anggota IDI berlaku selama 12 bulan, yaitu 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Selain diberhentikan sementara, rekomendasi izin praktik Terawan juga dicabut.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

"Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah doker," katanya.

Meski demikian, metode Dr Terawan diakui memiliki hasil positif. Pujian datang dari sejumlah nama besar yang mengaku pernah diobati Dokter Terawan.

Salah satunya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Melalui akun Instagram-nya ARB mengatakan, metode "cuci otak" oleh dokter Terawan telah mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang dari penyakit stroke.[jat]

Komentar

 
Embed Widget

x