Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 25 April 2018 | 03:59 WIB
 

IDI: Perdebatan Metode Terawan Tak Pada Tempatnya

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 9 April 2018 | 13:59 WIB
IDI: Perdebatan Metode Terawan Tak Pada Tempatnya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (IDI) Prof DR Ilham Oetama Marsis mengatakan metode pengobatan 'cuci otak' Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto memang menimbulkan perdebatan tidak pada tempatnya.

"Tindakan terapi dengan menggunakan metode Digital Substraction Angiogram lebih dikenal oleh awam dengan sebutan Brain Wash (cuci otak) telah menimbulkan perdebatan secara terbuka dan tidak pada tempatnya di kalangan dokter," katanya di Sekretariat PB IDI di Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Ia juga menjelaskan, polemik ini bisa menjadi bumerang di kalangan dokter, khususnya IDI. Perdebatan ini dianggap bisa menjadi bibit perpecahan di kalangan dokter.

"Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat serta berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan dokter," katanya.

Diberitakan sebelumnya, surat putusan MKEK terkait Dokter Terwan beredar. Dalam surat yang beredar, berisi pemecatan sementara terhadap Dokter Terawan sebagai anggota IDI berlaku selama 12 bulan, yaitu 26 Februari 2018-25 Februari 2019. Selain diberhentikan sementara, rekomendasi izin praktik Terawan juga dicabut.

Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengungkapkan, pemberhentian sementara dilakukan karena Terawan dianggap melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

"Pelanggaran kode etik itu yang pasti kami tidak boleh mengiklankan, tidak boleh memuji diri, itu bagian yang ada di peraturan etik. Juga tidak boleh bertentangan dengan sumpah doker," katanya.

Meski demikian, metode Dr Terawan diakui memiliki hasil positif. Pujian datang dari sejumlah nama besar yang mengaku pernah diobati Dokter Terawan. Salah satunya Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Melalui akun Instagram-nya ARB mengatakan, metode "cuci otak" oleh dokter Terawan telah mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang dari penyakit stroke.

"Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas. Mudah menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan," tulis Aburizal di akun Instagram-nya @aburizalbakrie.id.

Di sisi lain, terapi "cuci otak" dinilai belum melalui uji klinik dan belum terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mengobati stroke.

Diketahui, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto. selama ini diketahui sebagai orang yang mengenalkan metode "cuci otak" untuk mengatasi penyakit stroke.

Terapi "cuci otak" dengan Digital Substracion Angiography (DSA) diklaim bisa menghilangkan penyumbatan di otak yang menjadi penyebab stroke.

Namun, metode "cuci otak" yang dikenalkan Terawan menuai pro kontra. [rok]

Komentar

 
Embed Widget

x