Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 21:52 WIB

Gerindra Disarankan Tak Kunci Prabowo untuk Capres

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 9 April 2018 | 05:11 WIB
Gerindra Disarankan Tak Kunci Prabowo untuk Capres
Ketua Umum Prabowo Subianto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfarabi menyarankan Partai Gerindra untuk tidak mengunci Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden pada pemilu 2019 mendatang sehingga menutup peluang bagi nama tokoh lain.

"Kan ada beberapa nama di luar itu yang santer juga disebut ya," kata Adjie kepada INILAHCOM, Minggu (8/4/2018).

Misalnya, kata Adjie, ada nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Anies Baswedan dan lainnya. Sehingga, nama-nama itu mungkin masoh menjadi pertimbangan juga bagi partai-partai di luar koalisi Joko Widodo (Jokowi).

"Jika kemudian sudah dikunci dari awal kalau capresnya adalah Prabowo, maka dinamika yang berkembang ke depan tidak bisa alias sulit untuk disesuaikan lagi. Karena dari awal sudah muncul Prabowo sebagai capres," ujarnya.

Menurut dia, figur Prabowo sendiri bukan harga mati di Gerindra saat ini meskipun memang calon kuat di internal partai berlambang burung garuda itu adalah mantan Danjen Kopassus tersebut. Tapi, mereka juga sedang melihat dinamika yang berkembang ke depan.

"Artinya, pertama kalau pun akhirnya tetap Pak Prabowo yang dimajukan kira-kira siapa yang akan menjadi cawapres dari Prabowo," jelas dia.

Sementara, Adjie melihat untuk internal PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dengan Partai Gerindra juga tidak ada masalah yang prinsip saat ini. Karena menurut dia, tanpa ada rekayasa pun bisa dipastikan partai tersebut menjadi poros untuk melawan Jokowi di Pilpres 2019.

"Saya melihat sebetulnya hampir kemungkinan besar tanpa disetting atau direkayasa sekalipun, Gerindra dan PKS bahkan mungkin juga PAN dan mumcul dari poros lain untuk melawan Jokowi. Artinya, pasti ada poros yang lain untuk bisa melawan Jokowi. Jadi, saya pikir tidak ada masalah secara prinsip di internal," katanya.

Namun, kata dia, kalau pun memang ada mungkin soal calon wakil presiden dan tentu itu merupakan dinamika yang masih berkembang. Misal, PKS tetap kekej untuk wakilnya manti harus dari partainya sehingga belum clear.

"Tapi saya pikir itu bukan hal yang prinsip, ini masih saya melihat mereka masih wait and see ya dinamika kedepan yang berkembang untuk siapa yang bisa dimajukan," tandasnya. [ton]

Komentar

x