Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 April 2018 | 11:41 WIB
 

Deklarasi Prabowo, Gerindra: Bukan Masalah Duit

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 9 April 2018 | 06:11 WIB
Deklarasi Prabowo, Gerindra: Bukan Masalah Duit
Ketua DPP Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra, Moh Nizar Zahro menegaskan tidak ada hubungannya dengan dana kampanye atau logistik yang kosong sehingga belum mendeklarasikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Bukan masalah duit, ini pemilu presiden dan legislatif serentak. Kalau serentak, ini kan bagian dari gotong-royong," kata Nizar kepada INILAHCOM, Minggu (8/4/2018).

Anggota DPR RI ini menjelaskan sebenarnya baru satu kali dalam sejarah bahwa pemilu di Indonesia sejak tahun 1955 antara pemilu legislatif dan pemilu presiden itu digelar serentak. Lalu, logistik dan sebagainya kan juga berperan kepada partai politik, berperan pada calon legislatif.

"Semestinya, menurut saya tidak ada hubungan karena mestinya caleg yang akan berjuang habis-habisan di daerah pemilihannya (dapil). Kalau orang memilih saya otomatis memilih Pak Prabowo juga misalkan, bagaimana panglima-panglima di dapil ini mengalahkan semua sumber daya manusianya agar dia bisa memilih caleg dan capres yang diusung," ujarnya.

Jadi, kata dia, urusan berkenaan dengan logistik atau dana kampanye ada atau tidak ini berbeda dengan pemilu sebelum-sebelumnya. Sekarang, calon legislatif akan menjadi panglima di masing-masing daerah pemilihannya untuk meraih simpati rakyat.

"Otomatis ini logistiknya tidak seperti pilpres sebelum-sebelumnya, yakni pileg dulu baru pilpres. Logikanya seperti itu. Kalau pileg dulu baru pilpres, mungkin logistiknya sangat berat. Tapi, kalau ini kan bisa ditanggung renteng misalkan, gotong-royong," jelas dia.

Ia menekankan yang perlu digarisbawahi bahwa ini merupakan hak prerogratif Prabowo yang menerima mandat dari kader Gerindra, mulai anak ranting, ranting, cabang sampai pusat untuk maju sebagai calon presiden di 2019.

"Tinggal Pak Prabowo mendeklarasikannya," katanya.

Maka dari itu, kata dia, tidak ada kaitannya dengan kabar kalau modal Prabowo sudah habis sehingga Gerindra ragu-ragu untuk deklarasikan. Namun, ini merupakan bagian dari strategi dan kerendahan hati Prabowo.

"Makanya Pak Prabowo menugaskan beberapa orang untuk menjaring aspirasi masyarakat, apa sih keluh kesah masyarakat, kemudian kita komparasi dalam visi misi dan sebagainya. Ini bagian dari strategi dan sebagainya," tambahnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x