Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 April 2018 | 13:13 WIB
 

Prabowo Belum Deklarasi, Bagian dari Strategi?

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Senin, 9 April 2018 | 03:11 WIB
Prabowo Belum Deklarasi, Bagian dari Strategi?
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfarabi mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum mendeklarasikan sebagai bakal calon presiden pada pemilu 2019 karena bagian dari strategi.

"Kenapa belum deklarasi Prabowo, karena saya melihat ini bagian dari strategi kelompok di luar koalisi Jokowi yang kemudian masih mengharapkan bahwa jangan dikunci dari awal capresnya adalah Prabowo," kata Adjie kepada INILAHCOM, Minggu (8/4/2018).

Ia menjelaskan memang kalau dilihat bukan hanya internal Gerindra saja, tapi juga komunikasi yang terbangun di antara tokoh-tokoh di luar pemerintahan saat ini. Artinya, mereka yang menilai bahwa Joko Widodo (Jokowi) kurang berhasil selama lima tahun memimpin.

"Ini mungkin juga terus berkomunikasi dengan Prabowo di luar Gerindra. Mungkin juga sebagian di internal bahwa 2019 momentum untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan selama lima tahun," ujarnya.

Menurut dia, mereka partai di luar koalisi Jokowi juga masih melihat dinamika sampai menjelang pendaftaran pemilu presiden apakah ada sedikit perubahan atau tidak. Artinya, ada peluang untuk bisa masuk bagi calon lain dalam gerbong ini (koalisi di luar Jokowi).

"Kalau kita lihat dinamikanya memang peta koalisi masih wait and see, di luar koalisinya Jokowi masih wait and see. Artinya, banyak partai yang bergabung dengan partai koalisi Jokowi berarti alternatifnya kan hanya di gerbong Gerindra. Sehingga, kalau Pak Prabowo yang dimanukan disitu berarti kan tidak alternatif lain yang muncul," jelas dia.

Dengan demikian, Adjie melihat memang ada kesamaan mungkin persepsi yang tujuannya dari internal Gerindra bersama gerbong koalisi misalnya PKS serta tokoh-tokoh yang selama ini menginginkan 2019 ada perubahan kepemimpinan guna berikan masukan buat Gerindra dan Prabowo kemungkinan untuk bisa mengalahkan Jokowi.

"Artinya, alternatif itu harus dibuka, jadi jangan kemudian dari awal mengunci peluang untuk munculnya tokoh yang lain," tandasnya. [ton]

Komentar

 
Embed Widget

x