Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 04:32 WIB

Ketua DPP PSI Diserang, Rian Ernest Membela

Oleh : Abdullah Mubarok | Sabtu, 7 April 2018 | 00:28 WIB

Berita Terkait

Ketua DPP PSI Diserang, Rian Ernest Membela
Rian Ernest - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest membela rekannya Tsamara Amany Alatas yang disinggung oleh media Rusia Russia Beyond The Headline (RBTH) .

"Media itu menyerang personal ketua DPP PSI dengan menggunakan ungkapan kedangkalan wawasan dan ketidakdewasaan. Padahal kritikan kami kepada Gerindra yang memuja Putin, didasarkan data dan fakta," ujarnya melalui @rianernesto, Jumat (7/4/2018).

Sebagaimana diketahui, Tsamara 'menyentil' politikus Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang mengidolakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tsamara menilai Putin bukan contoh pemimpin yang baik. Pers di sana dibungkam dan praktik korupsi lebih parah dibandingkan Indonesia.

"Kalau dilihat indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh di atas Rusia," ujar Tsamara melalui melalui @TsamaraDKI.

Rupanya, pernyataan itu menuai polemik. RBTH dan pihak Kedutaan Besar Rusia proaktif menanggapi. Ernest ikutan 'nimbrung' untuk menegaskan bahwa Putin memang tidak layak dijadikan standar pemimpin.

"Bukan berarti seluruh hal di Rusia buruk. Tapi negara itu memang memiliki masalah besar dalam korupsi. Indeks persepsi korupsi yang dirilis Transparency International pada 2017 lalu, Rusia berada di peringkat 135/180 negara. Sementara Indonesia berada di posisi yang lebih baik, 96," kata Ernest.

Selain itu, Ernet menjelaskan penilaian yang dikeluarkan oleh Freedom House. Lembaga ini memasukkan Rusia dalam kategori not free dalam hak kebebasan sipil dan politik.

Dalam skala 1 sampai 7, di mana 1 sangat bebas dan 7 sangat tidak bebas, freedom rating Rusia berada di angka 6.5. Sementara Indonesia, walaupun kategori fully free diturunkan menjadi partly free sejak 2013, tapi freedom rating kita jauh lebih baik, yakni 3.

"Sangat beralasan jika kami, partai anak muda, mengkritik keras sikap politikus Indonesia yang juga adalah wakil ketua DPR yang justru mengidolakan pemimpin Rusia yang negaranya jauh di bawah Indonesia dari sisi indeks persepsi korupsi dan kebebasan sipil dan politik," paparnya.

Dia menganjurkan agar RBTH Indonesia sebagai media yang menampilkan wawasan soal Rusiaterlepas ini termasuk alat soft power campaign dari Rusia atau tidak menggunakan bahasa lebih bersahabat, dan lebih memahami konteks perbedaan pandangan antara PSI dan Gerindra perihal Putin.

"Sah-sah saja bagi @RBTHIndonesia membela persepsi soal Putin. Tapi bagi kami, @psi_id sebagai parpol perwakilan kaum muda, jauh lebih penting untuk sekuat tenaga mencegah hadirnya kembali otoritarian di bumi Indonesia. Terimakasih!" tulisnya. [rok]

Komentar

Embed Widget
x