Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 04:33 WIB

Ini Alasan KPK Tidak Bisa Periksa Johannes di AS

Oleh : Agus Irawan | Sabtu, 7 April 2018 | 02:25 WIB

Berita Terkait

Ini Alasan KPK Tidak Bisa Periksa Johannes di AS
Juru bicara KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan alasan KPK belum memeriksa Johannes Marliem Bos PT Biomorf Lone Indonesia dalam kasus e-KTP karena tidak bisa memeriksa Johannes yang berada di Amerika Serikat.

"KPK telah mengirim tim ke Amerika Serikat tapi tidak bisa periksa Johannes," kata Febri di Gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).

"Jadi pernah ada tim yang dikirim ke Amerika waktu itu, tapi tidak bisa karena di Amerika berbeda aspek hukumnya dengan di Indonesia," ujarnya.

Dia menyebutkan, KPK telah bekerjasama dengan FBI dan sampai saat ini kasus dugaan korupsi e-KTP telah berjalan dan memproses Setya Novanto dan pihak lainnya," ucapnya.

Ia mengungkap alasan KPK belum pernah menggeledah perusahaan Biomorf karena sebagai salah satu strategi penyidikan.

"Kalau soal penggeledahan, proses penyitaan dan pemeriksaan, semua dilakukan secara bertahap, bagaimana penyidik membahas tentang strategi dan rencana - rencana pemeriksaan tersebut," paparnya.

Menurutnya, semua dilakukan selama ada kebutuhan dalam proses penyidikan, " Selama ini KPK telah membeberkan semua barang bukti dan semua surat dakwaan serta tuntutan dakwaan e-KTP yang diproses saat ini di persidangan," terangnya.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan KPK, Brigjen Pol Aris Budiman mengatakan Johannes Marliem tidak pernah diperiksa oleh KPK dalam kasus korupsi e-KTP. Padahal Perusahaan Marliem merupakan salah satu vendor yang memenangkan tender pengadaan e-KTP

Aris menyebutkan sejak 16 September 2015 telah menangani perkara kasus korupsi e-KTP.

"Johannes tidak pernah diperiksa, anda semua bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko dengan hukum bagi saya," kata Aris kepada wartawan di Gedung KPK, Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).

Aris menjelaskan jika perusahaan milik Johannes yakni PT Biomorf tidak pernah digeledah, meskipun sudah keluar surat pengeledahan. [ton]

Komentar

Embed Widget
x