Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 23:14 WIB
 

Ferdinand Dinilai Tak Paham Dunia Internasional

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 6 April 2018 | 21:13 WIB
Ferdinand Dinilai Tak Paham Dunia Internasional
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Indonesian Watch for Democracy, Abi Rekso menilai pernyataan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean tak paham soal politik internasional.

Hal ini disampaikan menyikapi kritikan Ferdinand kepada Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas yang diprotes oleh RBTH Russia, sebuah lembaga kerja sama Rusia-Indonesia akibat pernyataannya terkait Presiden Vladimir Putin.

"Di Partai Demokrat banyak yang khatam soal hubungan Internasional. Ferdinand sendiri tidak punya pengalaman dalam organisasi Internasional. Jadi, dia tak perlu dihitung," papar Abi Rekso di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Abi menekankan, apa yang disampaikan Tsamara adalah kritik biasa dan tidak akan mengganggu hubungan diplomatik Indonesia-Rusia.

Abi menilai sikap Ferdinand tidak patriotik, karena sebagai warga negara Indonesia dia tidak pantas menjadi perpanjangan mulut negara Rusia.

Abi memberikan contoh banyak politisi muda dari Partai Sosial Demokrasi Jerman ( Sozialdemokratische Partei Deutschlands/SPD) yang selalu mengkritik kebijakan invasi Putin ke Ukraina sejak 2014.

Namun dengan kritikan tersebut tidak mempengaruhi hubungan diplomatik antara Jerman dan Rusia yang hingga saat ini masih terjalin.

"Lagi pula, Russia Beyond The Headline (RBTH Indonesia) adalah sebuah biro surat kabar yang kebetulan ada di setiap negara perwakilan. Mereka tidak punya hak melakukan pemanggilan terhadap warganegara Indonesia. Sekalipun, itu Kedutaan Rusia di Indonesia tidak ada instrumen hukumnya untuk melakukan pemanggilan atas sebuah kritik terhadap Putin," katanya.

Selain itu, beberapa negara juga pernah melakukan kritik terhadap Vladimir Putin salah satunya yang dilakukan oleh media Der Spiegel pada 2007 yang pernah membuat liputan khusus Vladimir Sorokin dengan judul "Russia Is Sleeping Back into an Authoritarian Empire". Dimana hal itu adalah liputan satir atas pemerintahan otoriter Putin di Rusia.

"Yang overdosis MSG sebenernya ya Ferdinand, dia tidak pernah hidup di organisasi Internasional tapi bicara hal yang dia tidak paham" tutup Abi Rekso.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany Alatas menjadi bulan-bulanan publik, usai omongannya ditanggapi langsung oleh akun resmi Rusia.

Omongan Tsamara soal Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin dianggap menghina.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pun turut angkat bicara. Menurut Ferdinand Hutahaean, Tsamara Amany merupakan politisi muda yang belum memahami hubungan diplomatik dan politik luar negeri.

Ferdinand menganggap jika omongan Tsmara Amany sama seperti mengecam pimpinan Rusia.[jat]

Komentar

x